Sejumlah pendaki menyusuri jalur pendakian Gunung Merapi dengan latar belakang Gunung Merbabu, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, (JIBI/Solopos/Antara/Dok.) Sejumlah pendaki menyusuri jalur pendakian Gunung Merapi dengan latar belakang Gunung Merbabu, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, (JIBI/Harian Jogja/Antara/Dok.)
Minggu, 7 Januari 2018 16:35 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Jalur Pendakian ke Gunung Merbabu Ditutup selama Februari

BTNG Merbabu menutup jalur pendakian gunung tersebut selama Februari 2018.

Solopos.com, BOYOLALI — Jalur pendakian ke Gunung Merbabu akan ditutup selama Februari 2018. Penutupan seluruh jalur pendakian Taman Nasional Gunung (TNG) Merbabu itu untuk pemulihan ekosistem di kawasan TNG Merbabu.

Keputusan penutupan jalur pendakian Merbabu ini tertuang dalam surat edaran Balai Taman Nasional (BTNG) Merbabu nomor 03/T.35/TU/MANF/01/2018 yang ditandatangani Kepala Balai, Edy Sutiyarto, pada 5 Januari 2018.

Total ada lima jalur yang ditutup, meliputi jalur Selo di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali; jalur Suwanting di Dukuh Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Magelang; jalur Cunthel di Dukuh Cunthel, Kopeng, Kecamatan Getasan, Semarang; jalur Thekelan di Dukuh Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Semarang, dan jalur Wekas, Dukuh Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Magelang.

“Sehubungan dengan kondisi jalur pendakian yang perlu perbaikan dan pemeliharaan serta memperhatikan aspek keselamatan pengunjung, maka semua jalur pendakian Taman Nasional Gunung Merbabu ditutup sementara terhitung tanggal 1-28 Februari 2018 untuk kepentingan pemulihan ekosistem kawasan TNG Merbabu,” tulis pengumuman tersebut.

Sementara itu, Edy belum dapat diminta konfirmasi mengenai surat tersebut. Saat dihubungi Solopos.com, ponsel Edy tidak aktif. Di sisi lain, penutupan jalur ini memungkinkan calon pendaki Merbabu mengalihkan tujuan mereka ke gunung “tetangganya”, yakni Gunung Merapi.

Terkait hal tersebut, Kepala Resort Selo dari BTNG Merapi, Suwiknya, belum merencanakan persiapan khusus untuk menampung pendaki Merbabu yang beralih ke Merapi. “Rencananya, Februari memang ada penutupan jalur pendakian ke Merbabu. Jadi, mungkin akan ada pendaki yang beralih ke Merapi. Tapi menurut saya tidak akan banyak karena pada musim penghujan jumlah pendaki ke Merapi dan Merbabu sedikit karena masih sering turun hujan dan kabut,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (6/1/2018).

Disinggung rencana penutupan serupa di TNG Merapi untuk kepentingan pemulihan ekosistem kawasan, Suwiknya mengatakan hingga saat ini belum ada. “Kami belum tahu [apakah jalur pendakian Merapi akan ditutup atau tidak]. Sementara dari balai [BTNG Merapi] sampai sekarang belum ada rencana penutupan,” imbuhnya.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….