Kereta kuda melintas di kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta dalam gelaran 'Lestari Budayaku, Lestari Negeriku' dari kawasan Jalan Godean menuju Hotel Hyatt, Yogyakarta, Minggu (20/08/2017). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja) Kereta kuda melintas di kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta dalam gelaran 'Lestari Budayaku, Lestari Negeriku' dari kawasan Jalan Godean menuju Hotel Hyatt, Yogyakarta, Minggu (20/08/2017). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 7 Januari 2018 00:20 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Ini Hotel yang Dicari Wisatawan di Jogja pada Libur Akhir Tahun Lalu

Musim liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 berdampak positif terhadap bisnis perhotelan di Jogja

 

Solopos.com, JOGJA-Musim liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 berdampak positif terhadap bisnis perhotelan di Jogja.

Ketua Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Istidjab Danunagoro kebanyakan hotel yang kamarnya terisi penuh berasa di wilayah ring satu dan dua, yakni kawasan terdekat dengan tugu hingga Jalan Malioboro sebagai ikon wisata Jogja.

Menurutnya, tamu yang umumnya wisatawan memang lebih menyukai hotel di kedua kawasan tersebut. Hal itu karena hotel terletak di pusat kota maupun sekitarnya sehingga dinilai strategis dan dekat dengan destinasi wisata andalan Jogja seperti Keraton dan Malioboro.

Di sisi lain, hotel-hotel ring tiga cenderung kurang dipilih wisatawan karena dianggap jauh dari pusat keramaian, misalnya di sekitar Ring Road Utara dan Bantul. Namun, Istidjab menyebut banyak juga hotel bintang empat dan lima di kawasan ring tiga yang dipenuhi tamu.

Kondisi tersebut didukung berbagai acara khusus perayaan Natal maupun malam pergantian tahun yang berhasil meningkatkan animo tamu.

“Se-DIY itu okupansinya bisa 78-80 persen. Hotel nonberbintang juga lumayan dapat limpahan dari yang berbintang. Bisa 50-60 persen,” ujar dia.

Istidjab lalu mengatakan, peningkatan okupansi hotel di Jogja juga dipengaruhi adanya limpahan wisawatan yang sebenarnya ingin ke Bali tapi khawatir dengan kondisi Gunung Agung. Jogja kemudian muncul sebagai alternatif utama.

Dihubungi terpisah, General Manager The Rich Jogja Hotel, Herryadi Baiin mengatakan peningkatan okupansi selama libur Natal dan Tahun Baru diperkirakan mencapai 30% dibanding tahun sebelumnya.

“Biasanya Natal tidak terlalu ramai tapi tahun ini ternyata penuh sampai tahun baru,” tutur Baiin.

Baiin sepakat dengan PHRI DIY soal limpahan wisatawan dari Bali. Selain itu, adanya hajatan pernikahan putri dari Menteri Sekretaris Negara, Pratikno pada Jumat (29/12/2018) pekan lalu juga dianggap memberikan kontribusi signifikan bagi okupansi hotel di Jogja.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….