Ilustrasi lahan tujuan transmigrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara) Ilustrasi lahan tujuan transmigrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Minggu, 7 Januari 2018 06:20 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Ini Daerah yang Paling Diminati untuk Tujuan Transmigrasi

Dari 104 Kepala Keluarga yang mendaftar untuk program Transmigrasi di 2017, hanya 16 KK yang mau diberangkatkan

 

Solopos.com, KULONPROGO-– Dari 104 Kepala Keluarga yang mendaftar untuk program Transmigrasi di 2017, hanya 16 KK yang mau diberangkatkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulonprogo. Padahal Disnakertrans Kulonprogo sudah mengalokasikan 18 KK untuk program Transmigrasi di 2017 itu.

Menurut Kepala Bidang Transmigrasi, Disnakertrans Kulonprogo, Mardi Wiyono, mengungkapkan bahwa dari target transmigrasi sebanyak 18 KK yang telah ditetapkan awal tahun 2017, hanya 16 KK yang akhirnya berangkat di Desember lalu. Padahal animo masyarakat Kulonprogo tentang program ini masih tinggi dimana ada 104 KK yang turut mendaftar.

“Tinggi pendaftar mencapai 104 KK, tetapi mereka pilih-pilih untuk dialokasikan dimananya,” katanya, Jumat (5/1/2018) siang.

Menurutnya masyarakat, khususnya Kulonprogo masih mengikuti tren terkait penempatan di Sulawesi tidak mengenakkan. Dimana hidup di Sulawesi bakal kesusahan.

“Masyarakat khususnya keluarga yang mengajukan diri untuk mengikuti program transmigrasi masih sering pilih-pilih. Terbukti program yang dialokasikan ke Sumatera laris-manis,” jelasnya.

Adapun dua slot yang masih kosong ialah satu slot transmigrasi ke Morowali dan satu slot ke Bukit Aren, Gorontalo. “Morowali yang dialokasikan empat tapi baru dua KK, Kemudian Bukit Aren Gorontalo kita mendapatkan tiga KK dan dapat dua KK,” jelasnya.

Menurutnya mindset masyarakat seperti itu hari diperbaiki. Pasalnya hal itu tidak benar, Mardi mengungkapkan, Kondisi real di Sulawesi cukup menjanjikan. Walaupun tanah disana cenderung kering tetapi penempatan di Sulawesi khususnya di Bukit Aren sudah disediakan hunian yang layak.

“Itu tipe 36 siap huni kayak perumahan, batako penuh di halaman dan jalanan dan untuk suplai air sudah memakai PAM,” katanya.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….