Kendaraan dari arah Jl. Jend. Sudirman berbelok di Bundaran Gladak masuk ke Jl. Slamet Riyadi yang diberlakukan contra flow, Minggu (7/1/2018) sore. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Kendaraan dari arah Jl. Jend. Sudirman berbelok di Bundaran Gladak masuk ke Jl. Slamet Riyadi yang diberlakukan contra flow, Minggu (7/1/2018) sore. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Minggu, 7 Januari 2018 17:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

HAUL HABIB ALI SOLO
Begini Kondisi Jalanan Kota Solo setelah Jl. Kapten Mulyadi Pasar Kliwon Ditutup

Jl. Kapten Mulyadi, Pasar Kliwon, Solo, Minggu siang mulai ditutup untuk mendukung haul Habib Ali. 

Solopos.com, SOLO — Sejumlah ruas jalan di Kota Solo macet setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Solo menutup Jl. Kapten Mulyadi, Pasar Kliwon, Solo, untuk mendukung pelaksanaan acara Haul Habib Ali, Minggu (7/1/2018) pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Minggu sore, arus lalu lintas di Jl. Kapten Mulyadi ruas perempatan Ketandan-Pertigaan Loji Wetan tersendat. Kemacetan dipicu pergerakan kendaraan yang tidak bisa lancar saat harus belok ke kanan masuk Jl. Mayor Kusmanto setibanya di pertigaan Loji Wetan.

Kendaraan kecil maupun besar dari arah utara di Jl. Kapten Mulyadi saat itu tidak bisa lurus ke selatan karena Jl. Kapten Mulyadi ruas perempatan Pasar Kliwon-Perempatan Baturono telah ditutup petugas Dishub. Kemacetan arus lalu lintas juga terjadi di Jl. Jend. Sudirman. (Baca: Jl. Kapten Mulyadi Ditutup 3 Hari, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Ini)

Kemacetan di Jl. Jend. Sudirman lajur timur (utara ke selatan) disebabkan tingginya volume kendaraan yang masuk ke ruas jalan tersebut. Sementara Jl. Slamet Riyadi lajur timur saat itu menampung lebih banyak kendaraan dari Jl. Mayor Kusmanto dan Jl. Slamet Riyadi lajur barat (selatan ke utara).

Selain itu, kemacetan juga dipicu pergerakan kendaraan besar yang otomatis harus menurunkan kecepatan saat memutar di Bundaran Gladak agar masuk ke Jl. Slamet Riyadi yang diberlakukan sistem contra flow hingga perempatan Nonongan. Sedangkan di Jl. Jend. Sudirman lajur barat (selatan-utara), kemacetan dipicu naiknya volume kendaraan yang masuk ruas jalan tersebut.

Jl. Jend. Sudirman lajur barat saat itu menampung lebih banyak kendaraan dari arah Jl. Slamet Riyadi. Mulai Minggu sore, kendaraan di Jl. Slamet Riyadi tidak diperbolehkan belok langsung ke Jl. Pakubuwono untuk menghindari crossing dengan kendaraan dari Jl. Jend. Sudirman lajur timur.

Kendaraan di Jl. Slamet Riyadi yang akan ke Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo harus memutar di bundaran depan Balai Kota Solo. Saat dimintai konfirmasi, Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, membenarkan sejumlah ruas jalan di Solo macet setelah diberlakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam rangka penyelenggaraan acara Haul Habib Ali.

Dia mengatakan beberapa ruas jalan yang terpantau berubah macet pada Minggu sore, yakni pertigaan Loji Wetan, Bundaran Gladak, perempatan Nonongan, perempatan Gemblegan, termasuk perempatan Gading dan perempatan Baturono. Kemacetan arus lalu lintas di ruas-ruas jalan tersebut disebabkan meningkatkan volume kendaraan yang teralihkan. (Baca: Satlantas Solo Waspadai Macet di Jl, Veteran dan Jl. Yos Sudarso)

“Kami meminta pemakluman dari masyarakat terkait ketidaknyamanan itu. Kami berharap masyarakat bisa tetap mengikuti arahan rekayasa lalu lintas. Pengguna kendaraan dilarang keras membuka barikade atau water barrier yang kami pasang karena bisa menimbulkan crossing dan juga membahayakan jiwa para pengendara sendiri. Kami minta masyarakat rela berputar-putar jalan dulu agar selamat,” jelas Ari saat ditemui Solopos.com di Gladak, Minggu sore.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di Bundaran Gladak, Minggu pukul 14.20 WIB-15.45 WIB, sedikitnya ada empat pengendara sepeda motor yang terjatuh saat melintasi Jl. Slamet Riyadi (contra flow menuju arah perempatan Nonongan atau arah barat). Mereka terjatuh setelah menginjak rel kereta api.

Saat itu tengah hujan. Ari mengimbau masyarakat yang tengah melewati Jl. Slamet Riyadi ruas Bundaran Gladak-Nonongan saat diberlakukan contra flow untuk menjauhi bagian rel kereta api. Para pengguna sepeda motor khususnya bisa memilih jalan di luar garis kuning.

Sementara itu, pada Minggu pukul 15.50 WIB, salah seorang pengendara sepeda motor ada yang nekat membuka barikade di barat Patung Slamet Riyadi agar bisa belok ke Jl. Pakubuwono tanpa harus memutar bundaran depan Balai Kota Solo. Aksi tersebut cukup membahayakan pengendara.

Dia melawan arus kendaraan di Jl. Slamet Riyadi yang tengah melaju ke barat. Aksi pengendara itu diikuti pengendara lain selama barikade dibuka. Sedangkan sejumlah pengendara lain nekat menyalahi ketentuan dengan memutar arah di utara patung Slamet Riyadi sehingga menganggu kendaraan dari arah selatan.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….