PKL berjualan di pinggir rel saat acara car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Minggu (7/1/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) PKL berjualan di pinggir rel saat acara car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Minggu (7/1/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Minggu, 7 Januari 2018 20:15 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

CFD SOLO
PKL Berjualan di Pinggir Rel Ganggu Perjalanan Railbus Batara Kresna

Perjalanan railbus Batara Kresna terganggu oleh keberadaan PKL yang berjualan di pinggir rel.

Solopos.com, SOLO — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengeluhkan banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di city walk mepet rel kereta api (KA) saat pelaksanaan car free day (CFD) sepanjang Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (7/1/2018).

Aktivitas PKL di pinggir rel mengganggu perjalanan railbus Batara Kresna. Seorang petugas PT KAI, Sulistiyo, mengatakan semenjak city walk diperbaiki Pemkot Solo dengan membongkar semua taman justru banyak di manfaatkan PKL di CFD.

PKL sekarang banyak berjualan di pinggir rel sehingga mengganggu perjalanan railbus Batara Kresna. “Kami harus bekerja ekstra keras menghalau PKL yang berjualan di pinggir rel saat Railbus Batara Kresna lewat. Bahkan ada tenda PKL yang berdiri di atas rel kereta saat CFD,” ujar Sulistiyo saat ditemui Solopos.com di Plaza Sriwedari, Minggu.

Menurut Sulistiyo, sebelum city walk sepanjang Jl. Slamet Riyadi diperbaiki terdapat taman di pinggir rel kereta. Namun, semua taman itu sekarang sudah dibongkar sehingga tidak ada lagi pembatas antara rel kereta dengan city walk.

“Sekarang PKL banyak berjualan di city walk di lokasi bekas taman. Kami sudah beberapa kali memperingatkan PKL agar tidak berjualan di pinggir rel karena dapat membahayakan keselamatan. Namun, PKL tidak menggubris imbauan PT KAI,”kata dia.

Ia meminta Pemkot Solo menertibkan PKL yang berjualan di pinggir rel saat CFD. PKL yang berjualan di pinggir rel setiap pekan terus bertambah sehingga mengganggu perjalanan railbus Batara Kresna.

Corporate Communication Manager PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan PT KAI sebenarnya sudah memasang spanduk peringatan agar warga mendahulukan kereta saat lewat. Namun, larangan tersebut kurang mendapatkan perhatian warga. Bahkan, ada spanduk yang dicopot warga.

“Keberadaan PKL yang berjualan di pinggir rel saat CFD juga sebagai wujud kurangnya kesadaran warga untuk mendahulukan kereta. Kami akan berkoordinasi dengan Pemkot Solo agar menertibkan PKL yang berjualan di pinggir rel,” kata Eko.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….