Puluhan pelaku usaha mikro berdiri di masing-masing gerobak stainless bantuan dari YBM BRI Sragen saat seremonial penyerahan simbolis bantuan gerobak dan modal usaha di halaman Kantor Cabang BRI Sragen, Kamis (4/1/2018). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Puluhan pelaku usaha mikro berdiri di masing-masing gerobak stainless bantuan dari YBM BRI Sragen saat seremonial penyerahan simbolis bantuan gerobak dan modal usaha di halaman Kantor Cabang BRI Sragen, Kamis (4/1/2018). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Minggu, 7 Januari 2018 15:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

BRI Bagikan Gerobak dan Modal Usaha untuk 30 UMKM Sragen

Bank BRI membagikan gerobak dan modal usaha untuk 30 UMKM di Sragen.

Solopos.com, SRAGEN – Bank BRI Cabang Sragen membagikan 30 gerobak dan bantuan modal usaha senilai Rp1 juta per orang kepada 30 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari kalangan keluarga miskin di halaman Kantor BRI Cabang Sragen, Kamis (4/1/2018).

Bantuan gerobak dan modal usaha itu diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga tidak mampu di Sragen. Bantuan gerobak dan modal usaha dengan total Rp150 juta itu diserahkan secara simbolis Pimpinan Cabang BRI Sragen Andika Sibarani.

Para penerima bantuan merupakan pelaku usaha mikro, seperti pedagang es, pedagang bakso, pedagang mi ayam, dan pedagang makanan kecil lainnya. Bantuan itu diambilkan dari dana Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI yang berdiri sejak 2001.

“Sejak 2001, YBM BRI sudah memberi bantuan kepada ribuan keluarga miskin. Nah, pada momentum Hari Ulang Tahun [HUT] ke-122 BRI, YBM memberi bantuan gerobak dan modal usaha kepada keluarga tidak mampu tetapi memiliki kemauan untuk berusaha. Data-data mereka didapatkan dari hasil kerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan [Disperindag] Sragen,” ujar Andika saat ditemui wartawan, Kamis siang.

Sebanyak 30 orang penerima gerobak dan bantuan modal itu sudah melalui tahapan verifikasi karena bantuan itu hanya diprioritaskan untuk pelaku usaha mikro yang belum memiliki akses perbankan. “Masing-masing mendapat gerobak stainless dan modal usaha Rp1 juta,” tambahnya.

Andika akan mengevaluasi penerima bantuan itu setelah enam bulan berjalan. Dia akan memberi akses permodalan lewat kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga 7% kepada mereka setelah enam bulan. Pemberian bantuan ini, kata dia, juga sebagai cikal bakal untuk mendapatkan debitur bagi BRI.

“Setelah dua tahun nanti, kami berharap mereka bisa menjadi nasabah Simpedes nonsubsidi,” ujarnya.

Andika mengatakan setiap tahun BRI memberi dana corporate social responsibility (CSR) untuk keluarga miskin rata-rata Rp500 juta per tahun. Selain itu dana CSR juga digunakan untuk membantu sekolah, sarana kesehatan, dan rehab rumah tidak layah huni.

Suroto, 52, pedagang es asal Kuwungsari, Sragen Kulon, Sragen, mengaku senang dengan bantuan gerobak dan modal usaha dari BRI. Ia berjualan es di selatan Pasar Bunder selama 10 tahun terakhir.

Selama ini, ia hanya menggunakan gerobak lama yang sudah rusak untuk berjualan. “Saya bersyukur bisa mendapat bantuan gerobak ini,” ujarnya.

Pariyem, 52, pedagang nasi pecel di Pasar Bunder Sragen, juga mengaku senang. Selama beberapa hari terakhir ia tak bisa berjualan karena kakinya sakit setelah terjatuh di rumah. Pariyem bersemangat berjualan lagi setelah mendapat bantuan BRI.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….