Warga terdampak bencana longsor di Kampung Juminahan, Kelurahan Tegal Panggung, Kecamatan Danurejan, membutuhkan 50 lembar terpal ukuran 4x6 meter untuk menutupi bekas longsoran. (Harian Jogja/Gigih M Hanafi) Warga terdampak bencana longsor di Kampung Juminahan, Kelurahan Tegal Panggung, Kecamatan Danurejan, membutuhkan 50 lembar terpal ukuran 4x6 meter untuk menutupi bekas longsoran. (Harian Jogja/Gigih M Hanafi)
Minggu, 7 Januari 2018 22:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Antisipasi Longsor, Warga Juminahan Butuh 50 Terpal

Warga berharap area longsor tidak meluas

Solopos.com, JOGJA-Warga terdampak bencana longsor di Kampung Juminahan, Kelurahan Tegal Panggung, Kecamatan Danurejan, membutuhkan 50 lembar terpal ukuran 4×6 meter untuk menutupi bekas longsoran tebing bantaran Sungai Code agar longsor tidak meluas.

Namun, kebutuhan terpal yang diajukan ke Pemerintah Kota Jogja sejak bencana Siklon Tropis Cempaka akhir November lalu sampai awal Januari ini belum ditanggapi. “Sampai sekarang terpal belum dikirim-kirim,” kata Ketua RW 14 Juminahan Sulistyo, di sela-sela kerja bakti perbaikan longsor secara swadaya, Minggu (7/1/2018).

Sulistyo mengaku warga baru mendapat lima lembar terpal bantuan dari pihak swasta. Bantuan tersebut langsung dipasang bersama-sama warga terdampak longsor. Selain memasang terpal, warga juga mengumpulkan berbagai puing dari beberapa tempat untuk menambal rekahan tebing. “Sekalian perbaikan sementara rumah warga yang terdampak,” kata Sulistyo.

Total ada lima rumah yang terdampak langsung akibat longsor di Juminahan. Kelima rumah tersebut, sebagian bangunannya jebol. Selain itu ada sekitar 30-an rumah lainnya yang terancam longsor, karena sepanjang tebing belakang rumah mereka sudah retak-retak.

Sampai kemarin, kerusakan rumah warga belum mendapat bantuan perbaikan dari pemerintah. Warga berharap pemerintah segera memperbaikinya. Sugeng Wahyudi, 65, wara terdampak langsung mengaku sejak akhir November lalu, ia bersama istri dan anaknya belum berani tidur di rumah karena lantai rumahnya masih retak-retak.

Sugeng mengungsi ke rumah saudaranya di Gondomanan. “Kalau lama-lama menumpang di rumah saudara ya tidak enak juga,” ungkap Sugeng.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….