Panggung mini di Bukit Sekipan Karanganyar (Mariyana Ricky/JIBI/Solopos) Panggung mini di Bukit Sekipan Karanganyar (Mariyana Ricky/JIBI/Solopos)
Sabtu, 6 Januari 2018 13:00 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

WISATA KARANGANYAR
Pemkab Tambah Fasilitas di Cemoro Kandang, Sekipan, dan Candi Sukuh

Wisata Karanganyar, pemkab mengalokasikan dana untuk membangun fasilitas penunjang di objek wisata.

Solopos.com, KARANGANYAR — Pemkab Karanganyar mengalokasikan dana pada 2018 untuk membangun fasilitas penunjang di sejumlah objek wisata. Langkah itu dilakukan seiring dengan target setoran dari objek wisata ke kas daerah naik dua kali lipat dari Rp700 juta pada 2017 menjadi Rp1,5 miliar pada 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Titis Sri Jawoto, mengaku optimistis bisa mencapai target itu melalui pembangunan fasilitas penunjang di sejumlah objek wisata.

Ada beberapa lokasi yang rencananya akan digarap pada 2018, yakni wisata alam Gunung Lawu, Sekipan, Pemandian Umum Tujuh Sumur di Pablengan, dan Candi Sukuh.

Titis menjelaskan Pemkab akan mengalokasikan dari APBD Rp150 juta untuk melengkapi fasilitas di Cemoro Kandang, pos jaga Pringgodani, Sekipan, dan Pablengan. Peningkatan fasilitas di Candi Sukuh akan menggunakan DAK Rp1 miliar.

“Semua saya sentuh sesuai kebutuhan. Cemoro Kandang dan Pringgodani itu pos jaga untuk sukarelawan dan pegawai Disparpora. Toilet dan musala di Cemoro Kandang kan sudah ada dan masih bagus,” kata Titis saat ditemui wartawan di sela-sela mengikuti kegiatan di Terminal Wisata Mbangun Makuthoromo Karangpandan, Kamis (4/1/2018).

“Kalau di Sekipan, kami akan buat lapangan voli pantai, voli dewasa, voli anak, toilet, tempat wudu, lapangan futsal tanah liat, jemparingan, dan lain-lain. Kami ini hanya operator tanah milik PT Perhutani. Kami hanya membangun fasilitas penunjang, tidak bisa belanja modal,” tambah dia.

Titis mengklaim objek wisata di Karanganyar menyetorkan Rp1,5 miliar kepada kas daerah pada 2017. Angka itu melebihi target yang ditetapkan Rp700 juta. Imbas dari capaian pada 2017 adalah target setoran naik dua kali lipat atau Rp1,5 miliar pada 2018.

“Makanya bikin fasilitas tambahan supaya makin banyak yang mampir. Signifikan peningkatan pelayanan. Setoran paling banyak itu masih dari bagi hasil Grojogan Sewu, Candi Ceto, Sukuh,” jelas dia.

Konsep pembangunan fasilitas di sekitar objek wisata Candi Sukuh berbeda dibandingkan pada objek wisata lain. Titis menjelaskan rencana pembangunan rest area di tanah milik Pemkab. Lokasinya tidak jauh dari Candi Sukuh yakni 50 meter ke selatan atau ke jalur menuju Telaga Madirda.

“Rest area di sekitar kompleks Candi Sukuh. Rencana Februari mulai lelang. Anggaran dari DAK Rp1 miliar. Rest area direncanakan tiga lantai. Lantai atas dibuat terbuka dan bisa digunakan untuk melihat hilal,” ujar dia.

Sebelumnya, Pemkab sudah mengelurakan Rp200 juta dari APBD Perubahan 2017 untuk meningkatkan fasilitas toilet dan lahan parkir.

“Kami hanya bisa membangun di tanah pemerintah. Itu tanah yang dibeli pada 2014. Sudah ada izin dari dinas terkait karena akan membangun di dekat lokasi cagar budaya. DED sudah ada, ini tinggal realisasi. Rencana sebelum Ramadan jadi,” kata dia.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….