Tri Rismaharini (JIBI/Solopos/Antara/Herman Dewantoro) Tri Rismaharini, calon Wali Kota Surabaya di pilkada serentak 2015. (JIBI/Solopos/Antara/Herman Dewantoro)
Sabtu, 6 Januari 2018 20:11 WIB JIBI/Solopos/Newswire Politik Share :

PILKADA 2018
Azwar Anas Mundur, Megawati Menangis, Tri Rismaharini Ogah Maju Cawagub Jatim

Pilkada 2018, Pilgub Jatim memanas. Bakal Cawagub Abdullah Azwar Anas mengundurkan diri.

Solopos.com, SURABAYA –Bupati Banyuwangi, Abudllah Azwar Anas menyatakan mengundurkan diri dalam bursa bakal calon waki gubernur (cawagub) Jawa Timur. Nama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini digadang-gadang menggantikan posisi Anas.

PDIP menyayangkan pengunduran diri Anas. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dalam pernyataannya di liputan6.com, Sabtu (6/1/2018), mengatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa menangis, menyayangkan pengunduran diri Cawagub Jatim yang diusung PDIP berpasangan dengan Saifullah Yusuf itu.

“Kami semua menangis. Kiai menangis, Ibu Megawati menangis, kami tidak menyangka ada orang yang menggunakan cara-cara seperti ini. Karena kami mengenal Pak Azwar Anas sejak lama,” tutur Hasto sambil meneteskan air mata di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Sabtu (6/1/2018).

Hasto juga geram dengan pihak-pihak yang menggunakan kampanye hitam terhadap Azwar Anas. “Beliau sosok yang baik. Semoga beliau diberikan keadilan atas praktik-praktik kekuasaan yang tidak benar,” ucap Hasto.

Pascapengunduran diri Azwar Anas, nama Tri Rismaharini (Risma) disebut-sebut akan menggantikan Anas. Dilaporkan oleh Okezone.com, indikasi ini mengemuka karena saat PDIP mengumumkan pasangan yang diusung di Pilkada Lampung, Papua, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat dan memberikan surat rekomendasi untuk mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat maju menjadi calon Gubernur dalam Pilkada Sumatra Utara, terlihat Risma berada di kantor DPP PDIP.

Kantor Berita Antara, melaporkan Risma menolak menjadi cawagub Jatim. “Mohon maaf, saya terus terang masih ingin di Surabaya, saya tidak ingin berubah, sudah beberapa tahun lalu, saya masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di Kota Surabaya,” kata Tri Rismaharini kepada wartawan di rumah dinasnya di Jalan Wali Kota Mustajab, Surabaya, Sabtu.

Risma menegaskan masih ingin melanjutkan pekerjaannya di Kota Surabaya sehingga ia selalu berkomitmen menolak walaupun sejak awal digadang-gadang menjadi cagub pada Pilkada DKI Jakarta

Demikian pula di Pilkada Jatim, Risma tetap menolak ketika sejak awal ditanya oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri apakah mau maju di Pilkada Jatim atau tidak.

Alasan lainnya, kata dia, tidak ingin cuti dan tidak ingin kehilangan waktunya untuk membereskan beberapa pekerjaan di Surabaya itu. Makanya, seringkali ketika waktu libur, dia selalu masuk kerja untuk membereskan beberapa pekerjaannya.

“Kalau cuti kan tidak bisa kerja. Saya ingin tetap bekerja karena masih banyak yang harus saya selesaikan. Saya ingin saat saya nanti meninggalkan Surabaya, kota ini sudah dalam kondisi bagus,” ujarnya.

Selain itu, Risma juga memastikan kunjungan Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ke rumah dinasnya pada Sabtu ini bukanlah untuk merayunya agar maju di Pilkada Jatim menggantikan Anas. Namun, ia mengakui sempat berbicara tentang Pilkada Jatim, termasuk persoalan Anas yang diterpa isu kampanye hitam.

“Tadi ditanya soal Pak Anas, soal bagaimana ke depan, ya saya sampaikan Pak Anas ini korban dan itu bisa terjadi pada setiap orang, bukan hanya Pak Anas saja. Artinya, saya ingin menyampaikan sebetulnya apakah ini by design apa tidak, kalau by desain, kesalahan Pak Anas di mana?” kata dia.

Politik itu, lanjut dia, memang susah karena apapun bisa dilakukan, kadang teman menyerang teman, kadang lawan menyerang teman, dan banyak macamnya bentuk kampanye hitam itu.

Dia berharap agar Anas selalu kuat menghadapi masalah itu karena memang tidak mudah dan bisa saja terjadi pada setiap orang. “Saya sampaikan Pak Anas harus kuat melalui semua ini,” katanya.

Bagi Risma, Anas adalah kader partai yang baik karena berhasil memajukan daerahnya. Ia juga menyampaikan setiap orang mempunyai kekurangan yang tidak luput dari salah. “Pemimpin juga manusia,” katanya.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…