Presiden Palestina, Mahmoud Abbas (Aljazeera.com) Presiden Palestina, Mahmoud Abbas (Aljazeera.com)
Sabtu, 6 Januari 2018 18:30 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

Palestina Tak Gentar Hadapi Ancaman Donald Trump

Palestina tidak takut menghadapi ancaman Donald Trump.

Solopos.com, SOLO – Ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tentang rencana memangkas dana bantuan tak membuat Palestina takut. Mereka sama sekali tidak khawatir kehilangan dana bantuan sebesar US$300 juta atau setara Rp4 triliun.

Pemerintah Palestina menegaskan tidak akan takut dengan ancaman Donald Trump meski membutuhkan dana bantuan itu. Mereka justru menyalahkan Donald Trump sebagai perusak proses perundingan damai antara Palestina dan Israel akibat klaim soal status Kota Yaerusalem.

“Kami tidak takut dengan ancaman Donald Trump. Dia adalah orang yang membuat keadaan semakin keruh, tapi malah menyalahkan kami,” kata Hanan Ashrawi, salah satu anggota Dewan Nasional Palestina, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (5/1/2018).

Hanan Asrawi menambahkan, keputusan Donald Trump mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota Israel melanggar hukum internasional sekaligus menghancurkan dasar perdamaian. “Donald Trump telah menyabotase upaya kami mewujudkan perdamaian, kebebasan, dan keadilan. Sekarang dia malah menyalahkan warga Palestina atas konsekuensi tindakannya yang sama sekali tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Palestina hanya mau melakukan perundingan berdasarkan hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka. Jika tidak, maka mereka tidak akan pernah melakukan perundingan damai dengan Israel.

“Yerusalem adalah ibu kota abadi Palestina. Jadi, kami tidak akan menjualnya, baik dengan emas maupun perak,” kata juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudaina.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, tidak mau Amerika Serikat terlibat dalam proses perundingan damai dengan Israel. Dia berharap negara-negara Eropa mau menjadi penengah dalam negosiasi tersebut. Dia juga meminta sejumlah negara yang diberi bantuan oleh Amerika Serikat tidak takut membela Palestina.

Selain itu, Kementerrian Luar Negeri Palestina juga telah menarik perwakilan mereka di Washington, Amerika Serikat. Penarikan itu dilakukan tak lama setelah pengumuman keputusan Donald Trump soal status Yerusalem.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….