Ge Pamungkas (Instagram @gepamungkas) Ge Pamungkas (Instagram @gepamungkas)
Sabtu, 6 Januari 2018 19:29 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Ini Pernyataan Komika Ge Pamungkas yang Dituding Lecehkan Islam

Komika Ge Pamungkas dituding melecehkan Islam.

Solopos.com, SOLO – Aktor sekaligus stand up comedian Ge Pamungkas mendadak menjadi buah bibir di media sosial. Bukan tanpa alasan, pria berusia 28 tahun ini menuai kritikan lantaran lawakannya yang dianggap melecehkan Islam.

Lawakan kontroversial itu dilakukan saat Ge Pamungkas mempromosikan film komedi terbaru, Susah Sinyal. Dalam sederet video yang viral di media sosial, Ge awalnya menyinggung soal banjir yang terjadi di Jakarta.

“Dulu nih Jakarta banjir. Apa coba itu, weh netizen itu bilang ini gara-gara Ahok. Ini azab karena kita punya gubernur kafir,” katanya menirukan ocehan netizen yang dulu sering mengkritik Ahok dalam video yang diunggah channel Youtub Icho Nugroho, Selasa (2/1/2018).

“Tapi, sekarang ini Jakarta banjir apa coba omongannya. Ini adalah cobaan dari Allah. Sesungguhnya Allah memberikan terhadap hamba yang dicintai-Nya. Cinta apaan? Ini banyak genangan, cobaan, stres banget gue,” katanya sambil melotot yang disambut gelak tawa penonton.

Semua pernyataan itu diucapkan saat Ge Pamungkas tampil menjadi pengisi acara promo film Susah Sinyal karya Ernest Prakarsa. Sebenarnya, Ge menyampaikan pernyataan itu berkaitan dengan judul film yang sedang dipromosikan. Dia menganggap sinyal telepon selular yang sangat kuat membuat penggunaan Internet makin tak terkendali. Dia merasa kehidupan jauh lebih nyaman sebelum ada teknologi Internet yang justru sering menjadi sumber masalah.

Kendati demikian, masih ada saja netizen yang tidak suka dengan cara bintang film Jomblo ini mengutarakan keresahannya. Akhirnya, mereka mengkritik lawakan Ge yang dianggap melecehkan agama. “Norak banget sih stand up bawa-bawa agama. Enggak lucu,” protes Mohamad Mirad.

“Enggak mikirkah sebelum bicara? Kok bawa-bawa agama untuk ngelucu. Yang anehnya yang mendengar ikut ketawa,” tulis Ismiatul Sikumbang heran.

“Kalau enggak paham agama, enggak usah bawa-bawa agama kali. Sok tahu kamu,” sambung Naufi Kusuma geram.

“Kenapa disebut melecehkan agama? Maksudnya Ge itu tentang pemikiran netizen yang maha benar, tapi berbanding terbalik di dunia nyata. Jakarta banjir memang suatu musibah, tapi apa iya cobaan dari Allah? Bukan dari kesalahan manusia sendiri? Coba dicerna lagi kata-katanya. Cara Allah memperingatkan manusia itu bisa dengan berbagai cara. Tolong jangan sempit pemikirannya,” imbuh Rezza Rizki.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….