Salah satu trotoar di Kota Salatiga, Jateng yang penuh dengan hiasan. (Facebook.com?-Sigit Waryono) Salah satu trotoar di Kota Salatiga, Jateng yang penuh dengan hiasan. (Facebook.com?-Sigit Waryono)
Sabtu, 6 Januari 2018 14:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

INFRASTRUKTUR SALATIGA
Hiasan Trotoar di Salatiga Dianggap Hamburkan Uang, Mengapa?

Infrastruktur berupa trotoar yang dilengkapi dengan berbagai macam hiasan dianggap menghambur-hamburkan uang.

Solopos.com, SALATIGA – Trotoar di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) kini dihiasi dengan pot tanaman dan hiasan lainnya. Namun, penambahan hiasan pada infrastruktur di Kota Salatiga itu justru memicu kritik karena dianggap hanya menghamburkan-hamburkan uang.

Kritik kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga terkait infrastruktur tersebut ramai dilayangkan publik pengguna Internet (netizen) yang kebanyakan mengaku sebagai warga Salatiga melalui grup Facebook Jaringan Salatiga Liberal, Kamis (4/1/2018). Pengguna akun Facebook ?Sigit Waryono? yang mengawali diskusi netizen itu membandingkan trotoar di Kota Salatiga yang penuh dengan pot bunga dengan trotoar di salah satu sudut Singapura yang tanpa pot.

Menurutnya, hiasan pada trotoar di Kota Salatiga itu hanya menghambur-hamburkan uang dan justru mengganggu pejalan kaki yang melintas lantaran trotoar menjadi semakin sempit. “Sebenarnya dana yang digunakan untuk membeli pot dan bola-bola. Misalnya pot dan bola plus tanaman = Rp200.000 x 500 = 100 juta lumayan buat yang lain misalnya beasiswa dll. Karena fungsi trotoar sebenarnya yang utama adalah untuk membuat nyaman pejalan kaki. Sedang unsur estetika hanya pelengkap saja. Bukan sebaliknya,” ungkapnya.

Pernyataan itu ramai disetujui warganet di grup Facebook tersebut. Mereka menilai pejalan kaki malah tak nyaman dengan kehadiran hiasan di trotoar seperti itu. “Eggak indah sama sekali. Kelihatan malah ruwet,” tulis pengguna akun Facebook Wahyu.

“Sumpek. Karena banyak endog dan tiang lampu warna warni itu. Hehehe di tengah trotoar,” timpal pengguna akun Facebook Lusiawati Dewi.

“Jelas nyaman yang atas untuk kontraktor dan pem… Kalau yang bawah nyaman untuk pejalan kaki,” sindir pengguna akun Facebook Indra Budiman.

Netizen berharap Pemkot Salatiga dapat mengevaluasi penambahan hiasan pada infrastruktur tersebut. Menurut mereka, hiasan pada trotoar di Kota Salatiga sudah terlampau banyak dan justru melenyapkan fungsinya sebagai jalur pejalan kaki. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…