Pekerja mengangkat beras dari truk menuju gudang beras di salah satu toko yang ada di kawasan Pasar Legi, Solo, Senin (28/9/2015). Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Solo kembali merangkak naik saat musim kemarau. (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos) Pekerja mengangkat beras dari truk menuju gudang beras di salah satu toko yang ada di kawasan Pasar Legi, Solo, Senin (28/9/2015). Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Solo kembali merangkak naik saat musim kemarau. (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)
Sabtu, 6 Januari 2018 18:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Harga Beras Masih Tinggi, Bulog dan Pemkot Madiun akan Gelar OP

Harga beras di Kota Madiun masih tinggi.

Solopos.com, MADIUN — Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kota Madiun masih tinggi seiring banyaknya permintaan di saat kondisi petani belum memasuki masa panen.

Di Pasar Besar Madiun, Pasar Sleko, dan Pasar Srijaya Kota Madiun harga beras jenis IR 64 terpantau di kisaran Rp10.000 hingga Rp11.000 per kilogram.

Pedagang toko kelontong di Pasar Besar Madiun, Budiono, Sabtu (6/1/2018), mengatakan harga beras IR 64 masih Rp11.000 per kilogram. “Harga ini tergolong tinggi, karena beras jenis ini normalnya di kisaran Rp8.000 hingga Rp8.700 per kilogram,” ujar dia.

Harga beras jenis medium tidak terpaut jauh dengan harga beras premium. Beras premium seperti Bramo, Mentik, dan Bengawan mencapai Rp11.500 per kilogram. “Sejak sebulan terakhir ini harga beras terus naik. Terlebih mendekati hari raya Natal dan tahun baru,” kata dia.

Menindaklanjuti harga beras yang cukup tinggi, Bulog Sub Divre IV Madiun berencana menggelar operasi pasar (OP). Nantinya OP akan melibatkan pedagang besar atau grosir beras guna menekan tingginya harga komoditas tersebut di pasaran saat ini.

“Jadi nanti pedagang grosir yang akan menebus beras ke Bulog dan merekalah yang akan menjual beras Bulog ke pasaran dengan harga tertentu,” ujar Kepala Bulog Sub Divre IV Madiun Heriswan.

Dengan begitu, lanjut dia, dalam OP yang dilaksanakan, beras tidak langsung menuju ke konsumen seperti yang terjadi selama ini. Alurnya, beras akan berhenti dulu di pedagang besar dan pedagang ini yang akan terus mendistribusikan beras OP ke pedagang yang lebih kecil atau pengecer dengan harga yang telah ditentukan.

Adapun beras yang akan dioperasipasarkan adalah beras kualitas medium. Selain itu, juga akan ada harga patokan atau harga eceran tertinggi (HET) yaitu sebesar Rp9.450 per kilogram.

“Untuk pelaksanaan OP, kami masih berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Madiun. Sebab mereka yang menunjuk pedagang besar yang bisa menjadi mitra OP nantinya,” tuturnya.

 

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….