Personel Nidji (Youtube) Personel Nidji. (Istimewa/Youtube)
Sabtu, 6 Januari 2018 17:30 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Ditinggal Giring, Grup Band Nidji Tidur Panjang

Grup band Nidji memutuskan tidur panjang setelah ditinggal sang vokalis, Giring.

Solopos.com, SOLO – Belantika musik Tanah Air kembali bersedih dengan keputusan grup band Nidji yang memilih vakum. Keputusan ini diambil setelah grup musik ini ditinggal oleh sang vokalis, Giring Ganesha. Malam pergantian tahun 2018 menjadi saksi penampilan terakhir Nidji sebelum memutuskan tidur panjang sampai waktu yang tidak ditentukan.

Terhitung mulai awal 2018 ini, grup musik yang meluncurkan tembang hits Laskar Pelangi mengumumkan untuk vakum. Kabar ini disampaikan langsung melalui akaun media sosial resmi mereka, @nidjiofficial, dengan menggunakan tagar #SelamatTidurNidji.

“Terima kasih telah mendukung kami dari 2006 sampai 2017. Sampai jumpa di masa depan #SelamatTidurNidji,” demikian kalimat perpisahan yang ditulis dalam unggahan @nidjiofficial, Selasa (2/1/2018).

Keputusan Giring Ganesha mundur dari Nidji bukan karena memiliki masalah dengan personel lain melainkan ada rencana besar yang tengah dipersiapkan. Pria kelahiran 14 Juli 1983 itu sedang merintis karier di dunia politik. Dia mengaku tertarik bergabung di Komisi X DPR RI yang mengurus masalah pendidikan, olahraga, dan sejarah. Itulah sebabnya pada September 2017 lalu dia mendaftar sebagai calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Beruntung, keputusan Giring mengejar impiannya mendapat dukungan penuh dari personel Nidji lainnya. Mereka bakal selalu memberikan doa dan dukungan terbaik di setiap langkah Giring. “Selamat mengejar mimpi-mimpi baru sahabat @giring. Doa dan dukungan kita selalu menyertai perjalananmu. Kita tunjukkan pada dunia arti sahabat sebenarnya, #SelamatTidurNidji,” sambung pengelola akun @nidjiofficial.

Perpisahan memang menjadi momen yang paling mengharukan bagi Giring. Namun, dia sangat senang melihat keikhlasan rekan-rekan dan penggemar Nidji, Nidjiholic, yang ikhlas melepas kepergiannya. “31 Desember 2017 ribuan Nidjiholic menjadi saksi keikhlasan Nidji melepas salah satu saudaranya menuju perjalanan baru di hidupnya. Aku pribadi yang sudah menahan segala emosi selama setahun belakangan ini akhirnya pecah juga di panggung saat menonton video semangat dan dukungan dari keluarga besar Nidji,” ungkap Giring lewat akun @giring.

Meski sedih, netizen bisa menerima keputusan Giring. Mereka mengucapkan terima kasih kepada Giring yang telah mewarnai jagat musik Indonesia dengan beragam karyanya. “Netes sudah air mata. Akan selalu kangen dengan suara khasnya mas @giring dan lagu-lagunya Nidji. Sukses selalu mas dengan jalan yang dipilih sekarang, #SelamatTidurNidji,” komentar @primayasita.

“Saya merestui kamu keluar dari Nidji. Karena saya yakin niatmu terjun ke politik dengan hati yang bersih untuk mengubah bangsa menjadi lebih baik,” sambung @irfanshlhdn.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….