Ruhban Ruzziyatno. Kepala BBWS Pemali-Juana, Ruhban Ruzziyatno (tengah), saat dijumpai wartawan terkait proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Semarang, Jumat (5/1/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Sabtu, 6 Januari 2018 16:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

BANJIR SEMARANG
Normalisasi Sungai BKT Dimulai, Dana Rp485 Juta Dikucurkan

Banjir di Semarang diantisipasi pemerintah dengan melakukan normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

Solopos.com, SEMARANG – Proyek normalisasi Sungai Kanal Banjir Timur atau yang populer disebut Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang mulai dikerjakan oleh pemerintah pusat. Dimulainya proyek normalisasi Sungai BKT itu ditandai dengan groundbreaking oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, di bantaran Sungai BKT, Kampung Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat (5/1/2017).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana, Ruhban Ruzziyatno, menyebutkan pengerjaan proyek normalisasi sepanjang 14,6 km itu dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama pengerjaan Kanal Banjir Timur dilakukan sepanjang 6,7 km yang dibagi dalam tiga paket dengan biaya mencapai Rp485.884.630.

“Waktunya sangat mepet. Maka, kami sekarang mulai mengebut normalisasi Kanal Banjir Timur yang sepanjang 6,7 km, mulai dari Jembatan Majapahit sampai ujung kawasan Citarum,” ujar Ruhban di sela acara groundbreaking.

Ruhban mengatakan proyek normalisasi Sungai BKT itu akan dimulai dari pembuatan parapet dan pengerukan dari hulu sungai. Normalisasi juga akan menyasar anak sungai di Kampung Sawah Besar.

“Kami akan bergerak cepat menyelesaikan proyek ini, sebab batas akhir kontraknya sampai 20 Desember 2019,” ujar Ruhban.

Proyek normalisasi Sungai BKT itu akan dikerjakan oleh tiga perusahaan kontraktor, yakni PT Nindya Karya, PT Jaya Konstruksi, dan PT Basuki-Hidup Indah.

PT Nindya Karya akan mengerjakan paket pertama, mulai dari rel kereta api Kaligawe hingga muara sepanjang 1,95 km. Sementara PT Jaya Konstruksi akan mengerjakan proyek normalisasi dari Jembatan Citarum hingga jembatan rel kereta api Kaligawe, sepanjang 2,05 km.

“Sedangkan paket ketiga dikerjakan PT Basuki. Paket ini lebih panjang, yakni sekitar 2,7 km [dari Jembatan Majapahit hingga Jembatan Citarum],” ujar Ruhban.

Ruhban berharap proyek normalisasi Sungai BKT itu mampu mngengurangi banjir yang kerap melanda Kota Semarang, terutama di sekitar kawasan Kaligawe. Banjir di kawasan itu terutama saat musim penghujan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….