Ilustrasi kegiatan pelatihan kerja (JIBI/JIBI/Solopos) Ilustrasi kegiatan pelatihan kerja (JIBI/JIBI/Solopos)
Sabtu, 6 Januari 2018 14:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

85 Anak Putus Sekolah bakal Ikuti Pelatihan Kerja di Bojonegoro

Pelatihan kerja akan diberikan kepada 85 anak putus sekolah.

Solopos.com, BOJONEGORO — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Dinas Sosial Jawa Timur akan menyelenggarakan pelatihan keterampilan kejuruan dan bimbingan sosial untuk 85 anak putus sekolah dari berbagai daerah di Jatim. Pelatihan tersebut dilaksanakan di Bojonegoro.

Petugas UPT Pelayanan Sosial Bina Remaja Bojonegoro Dinas Sosial Pemprov Jawa Timur Sri Mujiati di Bojonegoro, Rabu (3/1/2018), menjelaskan sebanyak 85 peserta pelatihan keterampilan kejuruan dan bimbingan yang akan dimulai pada 8 Januari 2018 itu berasal dari Bojonegoro,Tuban, Ngawi, Magetan, Gresik, Nganjuk, dan Madiun.

“Peserta pelatihan keterampilan kejuruan dan bimbingan sosial terbanyak dari Bojonegoro,” ungkap dia.

Sri Mujiati menambahkan sebelumnya ada 126 pendaftar yang akan mengikuti pelatihan keterampilan kejuruan mulai otomotif, elektro dan servis telepon selular, menjahit, dan bordir.

“Tapi sesuai kuota anggaran yang diterima hanya 85 peserta, sehingga peserta harus diseleksi sesuai persyaratan,” beber dia.

Sri Mujiati menyebutkan dalam pelatihan keterampilan kejuruan dan bimbingan sosial persyaratannya anak putus sekolah mulai SD sampai SLTA dengan batasan usia 15-21 tahun.

Ia merinci sebanyak 85 peserta itu, tercatat untuk menjahit 30 peserta, bordir 15 peserta, otomotif 25 peserta, dan elektro dan servis telepon selular 15 peserta.

Menurut dia, pelatihan keterampilan kejuruan dan bimbingan anak putus sekolah secara gratis itu untuk pendaftaran ulang pada 8-9 Januari mendatang dan pelaksanaan kegiatan akan dimulai 13 Januari 2018. “Waktu pelaksanaan kegiatan selama enam bulan. Peserta wajib masuk asrama,” terang dia.

Peserta bimbingan pelatihan diasramakan dan memperoleh kebutuhan dasar, makan minum, kesehatan (ringan), pakaian, sarana kebersihan secara gratis.

“Peserta juga akan memperoleh berbagai bimbingan mulai mental, kepemimpinan juga yang lainnya dari instruktur,” ucapnya. Ia menambahkan setelah selesai mengikuti bimbingan pelatihan keterampilan kejuruan peserta akan mendapat bantuan modal kerja sesuai jurusan.

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…