Virgoun bersama mendiang Yon Koeswoyo (Instagram @virgoun_) Virgoun bersama mendiang Yon Koeswoyo (Instagram @virgoun_)
Jumat, 5 Januari 2018 18:45 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Virgoun Ucapkan Terima Kasih kepada Yon Koeswoyo

Virgoun mengucapkan terima kasih atas jasa mendiang Yon Koeswoyo.

Solopos.com, SOLO – Kabar duka menyelimuti jagat musik Tanah Air. Pentolan grup musik legendaris, Koes Plus, Yon Koeswoyo, meninggal dalam usia 77 tahun, Jumat (5/10/2018). Kabar ini kali pertama beredar melalui pesan berantai yang mengatasnamakan salah satu personel Koes Plus, Nomo Koeswoyo.

Meninggalnya Yon Koeswoyo menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan beberapa musisi lain, salah satunya Virgoun. Pelantun tembang hits, Surat Cinta untuk Starla, ini mengucapkan terima kasih kepada Yon Koeswoyo dan Koes Plus yang telah menginspirasi musisi muda. Baca juga: Yon Koeswoyo “Koes Plus” Meninggal Dunia

Betapa tidak, Yon Koeswoyo telah melahirkan banyak lagu yang masih populer sampai saat ini. Sebagai musisi muda, Virgoun sangat senang pernah berbagi panggung dengan mendiang Yon Koeswoyo. Pengalaman mengesankan itu terlihat dalam dua foto yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @virgoun_.

Innalillahi wainna ilahi rojiun. Terima kasih mbak atas semua karya-karyamu yang telah menjadi bagian hidup kami para seniman dan musisi muda Indonesia. Selamat jalan, semoga amal ibadahmu diterima di sisi-Nya mbah,” tulis Virgoun sebagai keterangan foto.

Dikutip dari Okezone, Yon Koeswoyo meninggal akibat penyakit komplikasi paru-paru dan diabetes yang dideritanya. Dia meninggal setelah dilarikan ke Rumah Sakit Medika, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten. Kabar meninggalnya musisi legendaris ini langsung viral di media sosial. Para netizen turut berbelasungkawa dan memberikan doa terbaik untuk mendiang Yon Koeswoyo.

“Turut berduka atas meninggalnya beliau. Karya-karyanya keren dan ngehits di era beliau. Semoga ke depannya Virgoun jadi musisi legendaris di Indonesia, amin,” komentar @angeeel46.

“Allah memanggil Mas Yon di hari Jumat, hari yang paling mulia. Semoga husnulkhatimah buat Mas Yon. Amin,” sambung @liezedwin.

“Musisi terbaik dan idola saya. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya, amin,” imbuh @mollens_28.

Pria dengan nama asli Koesyono Koeswoyo ini lahir di Tuban, Jawa Timur, 27 September 1940. Yon Koeswoyo adalah anak keenam dari sembilan bersaudara pasangan Raden Koeswoyo dan Rr. Atmini asal Tuban Jawa Timur. Dilansir Wikipedia mengutip tulisan Biografi Musisi:Yon Koeswoyo di TamainIsmailMarzuki.com, Yon Koeswoyo mulai aktif bermusik sejak awal dibentuknya grup band bersama saudara kandungnya keluarga Koeswoyo, Jon Koeswoyo (Bass), Tonny Koeswoyo (gitar), Nomo Koeswoyo (drum), Yon Koeswoyo dan Yok Koeswoyo pada vokal. Pada mulanya mereka menamakan grup yang terbentuk 1958 ini Kus Brothers.

Grup ini meraih kesuksesan dalam beberapa album rekaman selama beberapa tahun sebelum dipenjarakan oleh rezim Orde Lama Soekarno di Penjara Glodok pada tanggal 29 Juni 1965. Yon dimasukkan satu sel bersama saudara-saudaranya, Tony, Nomo, dan Yok. Mereka dianggap memainkan lagu-lagu ngak-ngik-ngok (kebarat-baratan) terlarang masa itu karena dianggap musik yang tidak mencerminkan bangsa Indonesia pada tahun 1965.

Yon menjadi satu-satunya keluarga Koeswoyo yang masih tersisa dalam band Koes Plus. Yon kemudian merekrut para pemain muda untuk menggenapi formasi Koes Plus yang ia sebut sebagai Koes Plus Pembaharuan atau Koes Plus formasi milenium. Formasi ini masih eksis sejak tahun 2004 hingga saat ini.

Rasa Koes Plus masih tetap terasa karena suara khas Yon menjadi salah satu unsur pembangun karakter Koes Plus. Kesuksesan perjalanan karier Koes Plus diakui para tokoh dan pengamat musik nasional sehingga mulai Agustus 1992 Koes Plus hampir selalu mendapat penghargaan BASF Award secara rutin.

 

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….