Ilustrasi penikaman (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi penikaman (JIBI/Solopos/Dok.)
Jumat, 5 Januari 2018 18:39 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Pria Tak Dikenal Tikam Empat Warga di Jalan Wates

Pelaku terlibat kejar-kejaran dengan warga.

Solopos.com, JOGJA–Empat orang warga menjadi korban penikaman pria tak dikenal di Jl. Wates, Jumat (5/1/2018). Pelaku awalnya diduga hendak mencuri kotak amal di Masjid Ibrahim, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.

Kapolsek Wirobrajan, Kompol Endang Sulis Kurniati menerangkan pelaku hingga kini tidak mengakui perbuatannya. Pria ini juga belum memberikan keterangan jelas soal identitasnya meski sudah diperiksa petugas.

“Sedang kami proses, belum mengaku sampai sekarang,” katanya Jumat petang. Namun, ia menegaskan jika pelaku bukanlah penderita gangguan kejiwaan. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut termasuk untuk menetapkan pasal pidana yang akan disangkakan.

Adapun penusukan dilakukan dengan senjata tajam yang dikeluarkan dari tas pria tak dikenal itu. Korban pertama yakni Endro Suprihatin, 32, warga Kasihan, yang merupakan juru parkir Soto Kadipiro. Ia mendapatkan luka tusuk pada lengan tangan sebelah kiri dan terpaksa menerima 11 jahitan. Korban kedua yaitu Arif Budi Santoso, 40, warga Kasihan yang dijahit paha kirinya, juga karena mengalami penusukan.

Sedangkan korban ketiga yakni Wahyu Widodo, 34, juga warga Kasihan yang sempat dirawat RS PKU Muhammadiyah. Ia terpaksa dijahit pada paha kanan karena luka tusuk yang juga menyasar dengkul dan kedua sisinya. Korban terakhir, Sukirman, 61, warga Wirobrajan, Kota Jogja. Sopir jasa angkut mobil pikap ini mendapatkan luka tusuk di perut sisi kiri, kepala bagian atas serta sabetan senjata tajam di dahi sisi kanan.

Kompol Endang menerangkan jika kejadian ini berawal saat saksi, Jamari, takmir masjid mencurigai pelaku akan mengambil kotak amal. Ia bersama rekannya, Ari Sutriyono, 29, warga samigaluh, Kulonprogo kemudian berusaha mengejar pelaku dan bertemu dengan Endro, korban pertama. Ari dan Endro lalu berusaha mengejar pelaku dengan sepeda motor dan berhasil ditemukan di timur Kantor Desa Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.

Karena tersinggung, pelaku kemudian mengambil senjata tajam dari dalam tasnya dan mengayunkannya kepada korban dan saksi meski tidak melukai. Pelaku lalu melarikan diri ke ruas Jl. Wates  yang terus dikejar hingga tertangkap beberapa meter kemudian.  Saat tertangkap itulah, pelaku kemudian menusuk tiga korban pertama dan kembali melarikan diri ke arah timur.

Korban terakhir mencoba menghalangi pelaku dengan pipa besi namun juga mendapatkan sabetan. Pelaku akhirnya tertangkap oleh petugas Polsek Wirobrajan di Jembatan Serangan, Wirobrajan. Karena terdesak, pelaku melemparkan senjata tajamnya ke Sungai Winongo.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….