Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa) Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)
Jumat, 5 Januari 2018 22:38 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PILKADA 2018
PKS Karanganyar Merasa Ditinggal Juliyatmono, Yuro Pecah?

PKS Karanganyar merasa ditinggalkan oleh Juliyatmono, Yuro kemungkinan besar pecah.

Solopos.com, KARANGANYAR — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Karanganyar merasa ditinggal Juliyatmono menjelang tahap pendaftaran calon bupati (cabup) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Hal itu mengakibatkan pasangan Juliyatmono-Rohadi Widodo (Yuro) yang meraih kemenangan pada Pilkada 2013 berpotensi pecah menjelang tahap pendaftaran, 8-10 Januari 2018. Ketua DPD PKS Karanganyar, Joko Tri Susilo, mengatakan partainya sebenarnya sudah berusaha menjalin komunikasi aktif dengan Juliyatmono guna membahas kelanjutan Yuro jilid II di P2018. (Baca: Dukungan Partai Demokrat Bikin Peluang Menang Juliyatmono Diprediksi Kian Besar)

Sayangnya, uluran tangan PKS itu tak direspons positif oleh Juliyatmono yang saat ini menjabat Ketua DPD Partai Golkar Karanganyar sekaligus Bupati Karanganyar. “Sejak mencuat kabar rekomendasi Pak Juliyatmono yang turun beberapa waktu lalu, kami sudah menyadari kami akan ditinggal. Hingga saat ini, belum ada pembicaraan secara detail, khususnya membahas kelanjutan Yuro jilid II. Kami sudah merasa ditilapke. Kami kecewa dengan sikap seperti itu. Kami sudah berkomitmen melanjutkan Yuro jilid II, tapi Pak Juliyatmono selalu endo [menghindar] saat diajak bicara. Bahkan, saat ini Pak Juliyatmono sudah susah dihubungi,” kata Joko Tri Susilo kepada Solopos.com, Jumat (5/1/2018).

Joko Tri Susilo mengatakan seluruh pengurus, kader, dan simpatisan PKS Karanganyar sedang berpikir keras guna menentukan sikap politik di Pilkada 2018. Sejauh ini, DPD PKS sedang menyiapkan dua opsi menyikapi sikap diamnya Juliyatmono.

Opsi itu antara melakukan perlawanan dengan membuat poros baru di pilkada atau tidak menyiapkan perlawanan di pilkada. “Di internal kami, bahkan hingga akar rumput masih menginginkan Yuro jilid II berlanjut. Itu memang sudah menjadi komitmen kami dari awal. Tapi, kondisinya seperti ini. Ada kemungkinan Pak Juliyatmono menunjuk wakilnya dari PDIP atau yang lain. Kami kecewa dan menyayangkan sikap itu. Terlepas dari itu, kami masih menjalin komunikasi politik dengan berbagai parpol di Karanganyar. Dalam politik itu bisa berubah per detik. Tunggu hingga jadwal pendaftaran berlangsung nanti,” katanya.

Di berbagai kesempatan, sikap diam seribu bahasa ditunjukkan Juliyatmono dan Rohadi Widodo saat ditanya Solopos.com terkait persiapan menghadapi Pilkada 2018. Hal itu termasuk saat disinggung lanjut tidaknya Yuro jilid II di Pilkada 2018. (Baca: Giliran DPC PKB Pastikan Dukung Juliyatmono)

Juliyatmono selalu mengatakan pendampingnya di Pilkada 2018 akan terlihat saat dirinya mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar. Hal serupa juga dilakukan Rohadi Widodo. Politikus PKS itu enggan berbincang dan menjawab pertanyaan Solopos.com soal Pilkada 2018.

“Di DPD Partai Golkar Jateng, kami mengusulkan Pak Juliyatmono dan Pak Rohadi Widodo sebagai pasangan calon di Pilkada 2018,” kata Ketua Harian DPD Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono, kepada Solopos.com, Kamis (4/1/2018).

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD Partai Golkar Karanganyar, Anung Marwoko, mengatakan partainya telah mengambil sikap politik menyodorkan Juliyatmono sebagai kader terbaik Golkar Karanganyar menjadi calon bupati (cabup) di P2018. DPD Partai Golkar Karanganyar mempersilakan Juliyatmono menentukan sendiri calon pendampingnya di Pilkada 2018.

“Terkait perlu tidaknya deklarasi, hal itu masih bersifat dinamis. Bisa ada deklarasi, tapi juga bisa tidak,” katanya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Juliyatmono akan mendaftarkan diri ke KPU Karanganyar, Rabu (10/1/2018). “Pak Juliyatmono dijadwalkan akan mendaftar ke KPU Karanganyar pada hari terakhir pendaftaran. Soal waktunya masih tentatif. Masih menunggu kabar lebih lanjut,” kata sumber Solopos.com yang enggan disebutkan namanya.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….