Ilustrasi pemberian surat bukti pelanggaran (tilang) ketentuan lalu lintas. (JIBI/Harian Jogja/Antara) Ilustrasi pemberian surat bukti pelanggaran (tilang) ketentuan lalu lintas. (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Jumat, 5 Januari 2018 09:40 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Pelanggaran Lalu Lintas di Gunungkidul Melonjak Empat Kali Lipat

Jumlah pelanggar lalu lintas meningkat pesat.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL–Jumlah pelanggaran lalu lintas di satuan hukum wilayah Gunungkidul mengalami kenaikan yang pesat. Hal ini terlihat dari perbandingan data pelanggaran dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Data dari Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul menyebutkan di 2016 terdapat 6.511 kasus pelanggaran. Adapun rinciannya, sebanyak 4.937 kasus dikenai sanksi tilang dan 1.574 pelanggar mendapatkan teguran.

Sedangkan untuk kejadian di 2017, jumlah pelanggar meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2017 tercatat 24.615 pelanggar, dengan rincian 11.101 berupa sanksi tilang dan 13.514 pengendara dikenai teguran.

Kepala Polres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuadi mengakui kasus pelanggaran di Gunungkidul mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Kondisi ini tidak lepas dari upaya jajaran satlantas untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan jalan menggalakkan razia. Oleh karenanya, saat dilakukan razia kendaraan bermotor banyak pengendara yang terjaring dikarenakan tidak menaati tata tertib berlalulintas.

“Jumlah pelanggaran yang terjadi bermacam-macam seperti kelengkapan kendaraan kurang, spesifikasi tidak sesuai standarisasi pabrikan hingga kelengkapan surat berkendara yang kurang,” kata Ahmad kepada wartawan, Kamis (4/1/2018).

Menurut dia, dengan giat razia yang dilakukan dapat menekan angka kecelakaan di Gunungkidul. Sebagai gambaran di 2016 lalu terdapat 486 kejadian, sedang di tahun lalu hanya ada 453 peristiwaw kecelakaan. “Naiknya jumlah pelanggaran lalu lintas tidak lepas dari intensitas razia yang dilakukan. Namun dari sisi dampak, peningkatan razia dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan,” tambah Ahmad.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….