Ilustrasi bandar udara (JIBI/Harian Jogja/Antara) Ilustrasi bandar udara (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Jumat, 5 Januari 2018 19:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Nama Sultan Agung Diusulkan sebagai Nama Bandara Kulonprogo

Dedikasi Sultan Agung terhadap kemerdekan Republik Indonesia tidak bisa diremehkan

Solopos.com, JOGJA-Anggota Fraksi PKB DPR RI mendukung percepatan pembangunan bandara Kulonprogo. Nama Sultan Agung pun diusulkan sebagai nama bandara internasional di Kulonprogo.

Agus Sulistiyono, Anggota Fraksi PKB DPR RI yang berasal dari Dapil DIY mengungkapkan, pembangunan bandara di Kulonprogo selain membangun konektivitas di wilayah DIY juga mendukung DIY sebagai salah satu destinasi wisata nasional dan internasional. Selain dukungan percepatan pembangunan, Ketua DPW PKB DIY ini juga mendukung usulan nama.

“Namanya Bandara Internasional Sultan Agung [Sultan Agung International Airport]. Usulan nama ini diinisiasi sejumlah tokoh-tokoh muda Kulonprogo. Ini merupakan usulan yang sangat cerdas dan mulia. Ini usulan keren lho. Kita patut berbangga hati jika nama Raja kita [Sultan Agung] diabadikan sebagai nama bandara ini,”ujar dia dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (5/1/2018).

Ia menjelaskan, dedikasi Sultan Agung terhadap kemerdekan Republik Indonesia tidak bisa diremehkan. Sultan Agung merupakan sosok yang sangat mendalami ilmu agama. Selain sebagai ulama dan umara’ (tokoh pemerintahan saat itu), Sultan Agung juga pahlawan nasional, cendekiawan yang ahli dalam berbagai disiplin keilmuan, seperti pertanian, perdagangan dan disiplin ilmu lainnya.

“Jadi, penting penamaan bandara ini dengan mengabadikan nama Sultan Agung, agar anak cucu kita, dan dunia internasional mengetahui jika Sultan Agung adalah Raja dan tokoh pejuang kemerdekaan RI,” ungkap dia.

Kader PKB ini menyatakan, selain sebagai identitas sosial dari keistimewaan DIY, pembangunan bandara ini harus menjadi bagian dari edukasi kebudayaan dan sejarah nasional. Sama seperti deretan nama bandara di Indonesia yang sudah ada, seperti Soekarno Hatta, Halim Perdana Kusuma di Jakarta, Juanda di Surabaya, I Gusti Ngurah Rai di Pulau Dewata, dan masih banyak lagi lainnya.

“Mereka semua itu deretan nama pahlawan nasional dan pejuang kemerdekaan RI, yang tidak perlu lagi kita ragukan komitmen kebangsaannya, tidak diragukan lagi loyalitas,  dan dedikasinya. Jadi ini penting dan harus direalisasikan,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….