ilustrasi.dok
Jumat, 5 Januari 2018 18:35 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

LONGSOR KARANGANYAR
Jalan Penghubung Antardukuh Jenawi Amblas 60 Sentimeter

Jalan antardukuh di Jenawi, Karanganyar, ambles sedalam 60 cm sehingga tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

Solopos.com, KARANGANYAR — Jalan penghubung antardukuh di Desa Seloromo, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, ambles sedalam 60 sentimeter pada Jumat (5/1/2018) pukul 12.00 WIB.

Akibat kejadian itu pengendara mobil dilarang melintas hingga satu pekan ke depan. Pengendara mobil dari Kerjo menuju Jenawi maupun sebaliknya yang melewati Desa Seloromo harus memutar.

Tetapi, pengendara roda dua masih dapat melintasi jalan tersebut karena tidak semua sisi jalan ambles. Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, jalan ambles itu memanjang.

Lebar jalan yang ambles 1,5 meter dan panjang tujuh meter. Sepeda motor dapat melintas tetapi harus bergantian atau satu demi satu. Kejadian amblesnya jalan itu kali pertama diketahui warga yang hendak ke masjid menunaikan Salat Jumat.

“Jalan di Jembatan Sejati 1 Desa Seloromo ambles. Itu jalan penghubung antardukuh Prapatan dengan Pelang. Warga mau ke masjid untuk Salat Jumat melihat jalan ambles lalu melapor ke Polsek,” kata Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, melalui Kapolsek Jenawi, AKP Iwan Kusnendar, saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Iwan membenarkan kendaraan roda empat tidak bisa melewati jalan itu. Jalan itu akses utama dari Dukuh Prapatan menuju Dukuh Pelang, Dukuh Banaran, Dukuh Pokoh, dan lain-lain. Warga dari dukuh di sekitar jembatan tidak dapat melewati jalan itu untuk sementara.

“Kalau menggunakan kendaraan roda empat harus berputar melewati Desa Balong. Lebih kurang enam kilometer. Jembatan itu dibuat pada 2016 dan belum pernah diadakan perawatan. Perbaikan harus segera dilakukan supaya tidak membahayakan pengguna jalan,” tutur dia.

Sementara itu, Kepala Desa Seloromo, Roni Suwarno, menyampaikan sudah menyelesaikan persoalan tersebut. Pemerintah desa (pemdes) sudah meminta sejumlah pekerja mengecor kembali jalan yang ambles agar tertutup seperti sediakala.

“Sudah selesai, sudah dikerjakan. Tetapi memang enggak bisa dilewati dulu sampai lima hari ke depan. Menunggu kering. Kalau motor bisa lewat di tepi-tepi,” tutur Roni saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Dia mengklaim pengendara roda empat tidak perlu memutar terlampau jauh. Pengendara dari Kerjo dapat melewati Dukuh Dringi sedangkan dari Kecamatan Jenawi melewati Dukuh Jati. Roni menyampaikan penyebab jalan ambles diduga karena aliran air.

“Enggak jauh. Hanya memutar satu kilometer. Sebetulnya sudah pernah renovasi fondasi bawah itu pada 2017,” tutur dia.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….