KOES PLUS- Sang Legenda Yon Koeswoyo tampil prima saat menyanyikan lagu-lagu hits dalam Koes Plus nite di Hotel Lor In, Colomadu, Karanganyar, Kamis (22/3/2012) malam. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)
Jumat, 5 Januari 2018 07:05 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Soloos.com Issue Share :

KABAR DUKA
Yon Koeswoyo "Koes Plus" Meninggal Dunia

Yon Koeswoyo adalah vokalis Koes Plus yang ngetop di era 1960-1970-an.

Solopos.com, SOLO — Pentolan grup band legendaris Koes Plus, Yon Koeswoyo, 77 tahun, dikabarkan meninggal dunia Jumat (5/1/2018) pagi WIB. Kabar ini kali pertama beredar melalui pesan berantai yang mengatasnamakan personel Koes Plus lain, Nomo Koeswoyo.

“Inalillahi wainalillahi rojiun. Telah wafat dgn tenang Adik, Kakak, Ayah, Eyang tercinta Yon Koeswoyo ( Koes Bersaudara / Koes Plus ), pagi ini Jumat 5 Jan 2018. Rumah duka Jl. Salak Pamulang. Berdoa semoga dilapangkan jalannya pulang ke Rumah Tuhan di Surga, dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan untuk mengiklaskan kepulangannya Mas Yon ke Surga Tuhan. ( berita duka dari Mas Nomo Koeswoyo, Magelang)” demikian tulis berita duka yang diterima Solopos.com, Jumat pagi WIB.

Kabar serupa juga diketahui melalui tulisan di akun Facebook pengamat musik, Bens Leo. Bens Leo yang merasa kehilangan mengaku mendapat kabar duka ini dari Nomo Koeswoyo.

Pria dengan nama asli Koesyono Koeswoyo ini lahir di Tuban, Jawa Timur, 27 September 1940. Yon Koeswoyo adalah anak keenam dari sembilan bersaudara anak dari pasangan Raden Koeswoyo dan Rr. Atmini asal Tuban Jawa Timur.

Dilansir Wikipedia mengutip tulisan Biografi Musisi:Yon Koeswoyo di TamainIsmailMarzuki.com, Jumat, Yon Koeswoyo mulai aktif bermusik sejak awal dibentuknya grup musik bersama saudara kandungnya keluarga Koeswoyo, Jon Koeswoyo (Bass), Tonny Koeswoyo (gitar), Nomo Koeswoyo (drum), Yon Koeswoyo dan Yok Koeswoyo pada vokal. Pada mulanya mereka menamakan grup ini Kus Brothers pada tahun 1958.

Grup ini meraih kesuksesan dalam beberapa album rekaman selama beberapa tahun sebelum dipenjarakan oleh rezim Orde Lama Soekarno di Penjara Glodok pada tanggal 29 Juni 1965. Yon dimasukkan satu sel bersama saudara-saudaranya, Tony, Nomo, dan Yok. Mereka dianggap memainkan lagu-lagu ngak-ngik-ngok (kebarat-baratan) yang terlarang masa itu karena dianggap musik yang tidak mencerminkan bangsa Indonesia pada tahun 1965.

Yon menjadi satu-satunya keluarga Koeswoyo yang masih tersisa dalam Band Koes Plus. Yon kemudian merekrut para pemain muda untuk menggenapi formasi Koes Plus yang ia sebut sebagai Koes Plus Pembaharuan atau Koes Plus formasi milenium. Formasi ini masih eksis sejak tahun 2004 hingga saat ini.

Rasa Koes Plus masih tetap terasa karena suara khas Yon menjadi salah satu unsur pembangun karakter Koes Plus. Kesuksesan perjalanan karier Koes Plus diakui para tokoh dan pengamat musik nasional sehingga mulai Agustus 1992 Koes Plus hampir selalu mendapat penghargaan BASF AWARD secara rutin.

 

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….