Desain flyover Manahan. (Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos) Desain flyover Manahan. (Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos)
Jumat, 5 Januari 2018 16:35 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Jadwal Teken Kontrak Direvisi 6 Kali, Proyek Flyover Manahan Solo Molor Lagi

Proyek pembangunan flyover Manahan Solo molor lagi karena lelang belum kelar.

Solopos.com, SOLO — Proyek pembangunan jalan layang (flyover) Manahan Solo molor lagi. Hal ini dipicu molornya penandatanganan kontrak dengan pemenang lelang dari target awal yang ditetapkan pemerintah pusat.

Semula kontrak proyek ini dijadwalkan ditandatangani Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan kontraktor pemenang lelang akhir bulan lalu. Namun, jadwal tersebut direvisi menjadi 17 Januari 2018.

Merujuk laman lpse.pu.go.id, ada 160 peserta yang mendaftar tender proyek Rp52 miliar lebih itu. Namun, dari 160 peserta tersebut setelah melewati serangkaian proses lelang, hanya empat peserta dinyatakan lulus kualifikasi yang ditetapkan panitia. (Baca: Proyek Flyover Manahan Molor hingga Setelah Tahun Baru, Ini Alasannya)

Saat ini tahap lelang memasuki tahap evaluasi penawaran. “Kami sudah berkoordinasi dengan BBPJN VII. Ternyata panitia lelang dari kementerian mengubah jadwal tahapan lelang,” kata Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo, Joko Supriyanto, ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Jumat (5/1/2018).

Joko mengatakan jadwal penandatanganan kontrak proyek sudah direvisi enam kali sejak jadwal pertama 21 November 2017. Pemkot tak bisa berbuat banyak dengan perubahan jadwal tersebut meski revisi tanggal penandatanganan kontrak itu otomatis mengubah waktu dimulainya pembangunan jalan layang.

Kewenangan proses lelang hingga pembangunan jalan layang ada di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Kementerian PUPR. “Sekarang tahapnya masih evaluasi penawaran dari peserta lelang,” katanya. (Baca: Dishub Solo Minta Pembangunan Flyover Manahan Dimulai di Utara Rel)

Dari hasil koordinasi terakhir, Joko mengatakan penandatangan kontrak akan dilakukan pada 17 Januari ini. Namun, itu pun jika jadwal tersebut tidak direvisi panitia lelang. Menurut Joko, para peserta tender sudah memaparkan seluruh rencana pembangunan jalan layang kepada panitia lelang pada pertengahan bulan lalu.

Metodologi pengerjaan proyek, termasuk titik dimulainya proyek, juga menjadi salah satu penilaian panitia lelang. Hal ini sekaligus digunakan Pemkot dalam menyiapkan rekayasa lalu lintas selama pengerjaan pembangunan flyover berlangsung.

“Ini untuk menentukan simulasi rekayasa lalu lintas lanjutan sebelum pembangunan jalan layang benar-benar dimulai,” katanya Joko.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prihatno mengatakan belum bisa memastikan teknis simulasi rekayasa lalu lintas lanjutan selama pembangunan jalan layang Manahan. Pemkot masih menunggu kepastian apakah jalan layang dibangun dari sisi selatan atau utara perlintasan sebidang.

“Kalau kami sudah menerima kepastian ini, baru akan dibuat rekayasa lalu lintasnya,” katanya. (Baca: Simulasi Rekayasa Lalu Lintas Proyek Flyover Manahan Solo Digelar 3 Hari)

Hari mengatakan simulasi rekayasa lalu lintas nanti akan dilaksanakan bukan sehari, melainkan minimal tiga hari. Hal ini berkaca pada pelaksanaan simulasi pertama yang dilaksanakan satu hari dan ternyata membuat kemacetan di Kota Bengawan.

Saat ini simulasi rekayasa lalu lintas selama proyek pembangunan hingga beroperasinya flyover Manahan tengah dikerjakan tim Dishub. Namun demikian, Dishub masih menunggu koordinasi lagi dengan Kementerian PUPR untuk memastikan konsep simulasi yang disusun nanti karena disesuaikan pula dengan teknis pembangunan flyover.

“Selama belum tahu konsep pembangunannya, kami belum berani melangkah [simulasi]. Dalam waktu dekat, kami baru akan berkoordinasi dengan Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan [Pusjatan] dulu,” katanya.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….