Siswa siswi SD Seropan dan SMP Muhammadiyah 2 Dlingo terpaksa belajar di tenda darurat karena sekolah mereka masuk dalam zona merah rawan longsor, Jumat (5/1/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Siswa siswi SD Seropan dan SMP Muhammadiyah 2 Dlingo terpaksa belajar di tenda darurat karena sekolah mereka masuk dalam zona merah rawan longsor, Jumat (5/1/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 5 Januari 2018 16:20 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Ini Rencana Pemindahan 2 Sekolah di Seropan yang Ada di Zona Merah Bencana

Pemerintah Desa Munthuk, Kecamatan Dlingo mewacanakan pemindahan SD Seropan dan SMP Muhammadiyah 2 Dlingo ke tanah kas desa

Solopos.com, BANTUL—Pemerintah Desa Munthuk, Kecamatan Dlingo mewacanakan pemindahan SD Seropan dan SMP Muhammadiyah 2 Dlingo ke tanah kas desa (TKD) tak jauh dari lokasi darurat yang kini ditempati.

Baca juga : Belajar di Tenda, Siswa SMP Muhammadiyah 2 Dlingo Bisa Dipulangkan Lebih Awal karena Cuaca

Pasalnya jika kedua sekolah tersebut dipindahkan secara permanen di lokasi yang sekarang, dipastikan hal itu tidak dapat mencukupi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditentukan.

SMP adalah standar yang harus dipenuhi penyelenggara pendidikan, mencakup berbagai aspek. Misalnya sarana prasarana, gedung, buku, kompetensi guru, skala siswa terhadap guru, dan lain-lain.

Kepala Sekolah SD Seropan, Wagiman mengatakan  berdasarkan SPM luasan lahan SD minimal adalah 3500 meter persegi. Sedangkan luas TK Aisyiyah Seropan mencapai 3600 meter persegi saja, jika dibagi menjadi dua maka tidak akan memenuhi SPM.

Pasalnya lahan itulah yang dipersiapkan Pemdes untuk relokasi tetap SD Seropan. “Belum lagi SMP yang juga akan direlokasi,” ucapnya, Jumat (5/1/2018).

Sementara itu, Kepala Dukuh Seropan 3, Suratman menyebut telah berkoordinasi dengan pihak Pemdes dalam penyediaan lahan relokasi ini. Menimbang lokasi yang disiapkan sekarang, yakni satu kompleks dengan TK dan PAUD, tidak akan cukup menampung empat sekolah sekaligus.

Maka pihak Pemdes mewacanakan penggunaan TKD untuk lahan relokasi tetap yang luasnya mencapai 5000 meter persegi. “Lokasinya dekat lapangan volly. Tidak jauh dari lokasi yang sekarang di pinggir jalan,” imbuhnya.

Namun Suratman yang juga merupakan anggota Dewan Sekolah ini mengaku wacana itu pun tidak berjalan mulus. Ada beberapa pihak yang menolak Pemdes menyediakan lahan relokasi bagi SMP yang notabene dikelola oleh yayasan.

Tetapi menurutnya pihak Pemdes tetap akan menjalankan wacana tersebut karena siswa siswi SMP juga merupakan penduduk setempat. Kini Pemdes tengah mengurus birokrasi dengan pihak sekolah dan dinas terkait relokasi permanen dan pembangunan ulang gedung.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….