Tersangka kasus aborsi terhadap janin yang dikandungnya, Reni Eka Saputri, 19, warga Dukuh Tegalsari, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali, duduk di mobil di Mapolres Boyolali, Jumat (5/1/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Tersangka kasus aborsi terhadap janin yang dikandungnya, Reni Eka Saputri, 19, warga Dukuh Tegalsari, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali, duduk di mobil di Mapolres Boyolali, Jumat (5/1/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Jumat, 5 Januari 2018 15:15 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Alasan Warga Sambi Boyolali Aborsi Janin karena Sakit Hati Diputus Pacar

Aborsi yang dilakukan wanita asal Sambi Boyolali dilatarbelakangi rasa sakit hati.

Solopos.com, BOYOLALI — Penemuan orok terkubur di pekarangan rumah warga di Tegalsari, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali, yang berujung terungkapnya kasus aborsi oleh si penghuni rumah, Reni Eka Saputri, 19, terus didalami oleh pihak kepolisian.

Reni Eka Saputri saat dijumpai di mobil yang akan membawanya ke rumah tahanan (rutan) Boyolali, Jumat (5/1/2018), mengaku aborsi yang nekat dilakukannya dilatarbelakangi rasa kecewa terhadap pacar.

Dia mengaku janin yang pernah dikandungnya merupakan hasil hubungannya dengan sang pacar. Namun hubungannya dengan sang pacar kandas. Reni mengaku merasa sakit hati karena sang pacar meninggalkan dirinya yang tengah berbadan dua.

“Saya putus asa ditinggal pacar. Sakit rasanya,” ujarnya. (baca: Orok Terkubur di Pekarangan Warga Sambi Boyolali Ternyata Korban Aborsi)

Namun Reni belum bersedia mengungkap jati diri sang pacar tersebut. Wanita kelahiran Boyolali, 17 Maret 1998 itu juga tak mengungkapkan alasan perpisahan dengan pacarnya itu.

Dia hanya mengaku putus dengan pacar beberapa hari sebelum memutuskan untuk mengaborsi janin yang dikandungnya. Reni mengaku tidak menyangka keputusannya itu berbuntut kepada masalah hukum.

Kini, Reni menjadi tersangka kasus itu bersama Arin Sugesti, 33, (bukan Airin S seperti diberitakan sebelumnya), tenaga medis sebuah di rumah sakit di Solo yang membantunya saat aborsi. (baca pula: Aborsi Janin Warga Sambi Boyolali Dibantu Tenaga Medis, Begini Kronologinya)

Reni yang mengaku sudah keluar dari rumah sakit sejak Kamis (4/1/2018) langsung ditahan di Mapolres Boyolali menyusul Arin yang sudah ditahan. Karena di Mapolres tidak memiliki sel khusus wanita dan overload, Reni dan Arin dititipkan ke Rutan Boyolali.

Diberitakan, warga Dukuh Tegalsari, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali dihebohkan dengan penemuan orok yang terkubur di pekarangan rumah Reni, Rabu (3/1/2018). Belakangan terungkap orok itu adalah korban aborsi yang dilakukan Reni dibantu Arin.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….