Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara melakukan pencarian bocah tenggelam di Kedung Mbah Raden, wilayah Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (3/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Akhmad Nazaruddin) Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara melakukan pencarian bocah tenggelam di Kedung Mbah Raden, wilayah Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (3/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Akhmad Nazaruddin)
Kamis, 4 Januari 2018 13:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

WARGA TENGGELAM JEPARA
Hilang di Kedung Mbah Raden, Bocah Tewas

Warga tenggelam di Kedung Mbah Raden, Jepara akhirnya ditemukan kondisi tanpa nyawa.

Solopos.com, JEPARA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Kamis (4/1/2018), menemukan korban tenggelam di Kedung Mbah Raden yang berada di sungai yang melintasi wilayah Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Bocah yang sudah menghilang seharian itu ditemukan kembali oleh tim search and rescue (SAR) gabungan dalam kondisi tak bernyawa.

Menurut Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Jepara Pujo Prasetyo, korban tenggelam bernama Nur Afidin, 7, yang masih duduk di kelas 2 sekolah dasar itu ditemukan sekitar pukul 07.45 WIB. Bocah asal Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Jepara itu ditemukannya tidak jauh dari lokasi korban kali pertama tenggelam.

Dugaan awal, kata dia, di lokasi setempat memang terdapat pusaran air, sehingga tim pencarian berupaya menyisir lokasi setempat sebelum menyusuri lokasi lain. Jasad korban selanjutnya dilakukan visum oleh dokter dari Puskesmas Mayong II.

Berdasarkan hasil visum dokter, kata dia, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan fisik, meskipun terdapat luka pada mata, hidung dan mulut yang diduga akibat benturan. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Korban dikabarkan tenggelam di sungai yang melintasi Desa Mayong Lor tersebut sekitar pukul 14.00 WIB. Mendengar kabar hilangnya warga karena tenggelam itu, personeL BPBD Jepara bersama TNI, Polri, Basarnas, serta sejumlah sukarelawan pun melakukan pencarian. Hingga Rabu (3/1/2018) pukul 19.30 WIB, upaya pencarian dihentikan karena cuaca yang tidak memungkinkan dan banyaknya warga yang menonton membuat keselamatan mereka justru terancam.

Upaya pencarian dilanjutkan kembali Kamis pagi mulai pukul 07.00 WIB. Dalam 45 menit pencarian, korban berhasil ditemukan. “Agar kasus serupa tidak terulang, sebaiknya orang tua perlu mengingatkan anaknya yang masih kecil agar tidak bermain di sungai, mengingat cuaca saat ini sering kali ada peningkatan debit air sungai,” ujarnya.

Peristiwa nahas yang menyebabkan warga tenggelam di Jepara itu berawal ketika korban bermain Play Station dengan tiga temannya, yakni Baruniam, 12, Ahmad Safarudin, 12, dan Noval Zidan, 10, yang juga warga Desa Mayong Lor. Korban selanjutnya mengajak para saksi berenang di sungai.

Sesampai lokasi, korban mandi sendirian. Sedangkan ketiga temannya hanya menunggu di tepi sungai. Awalnya, korban berenang di lokasi yang dangkal dengan kedalaman air kurang lebih 50 cm, namun ia kemudian pindah ke lokasi yang lebih dalam meskipun temannya mengingatkan agar tidak berenang di lokasi yang dalam tersebut.

Selang beberapa menit, korban minta tolong dan salah satu temannya berhasil menarik tangan korban, namun terlepas dan mencoba menolong menggunakan sebatang bambu, namun upaya korban memegang bambu tersebut tidak membuahkan hasil sehingga hanyut terseret arus air.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….