Warga menunjukan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) saat peluncuran kartu tersebut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Pos Besar, Jakarta, Senin (3/11/2014). Peluncuran kartu tersebut ditujukan sebagai jaring pengaman sosial peralihan subsidi bahan bakar minyak. (JIBI/Solopos/Antara/Fanny Octavianus) Ilustrasi Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). (JIBI/Solopos/Antara/Fanny Octavianus)
Kamis, 4 Januari 2018 17:00 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos Solo Share :

Warga Jebres Solo Antusias Daftarkan Keluarga untuk Peroleh KIS

Warga Jebres ramai-ramai mendaftar KIS.

Solopos.com, SOLO — Warga Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Solo, antusias mengurus pengajuan untuk mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS) pada awal 2018 di kantor kelurahan. Mereka berharap mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat (Permas) Kelurahan Jebres, Fatmawati Nikmah, mengatakan selama 2017, terdapat 2.132 orang di wilayahnya yang terkaver KIS. Jumlah itu berasal dari KIS murni dan penerima dana Beras Miskin Daerah (Raskinda) dan BKMKS yang dikonversi menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Ia menjelaskan warga masih mendapat kesempatan untuk mendaftarkan diri ke Dinas Kesehatan Kota Solo. “Tiga hari ini sudah ada 20-an warga yang mengajukan permohonan mendapat KIS,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/1/2018).

Fatmawati menjelaskan pada akhir Desember 2017 warga berbondong-bondong ke kelurahan untuk menyerahkan persyaratan pengajuan KIS. Mereka menyangka pendaftaran ditutup akhir tahun. Padahal, pendaftaran masih dibuka hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Saya belum tahu untuk tahun ini kapan pendaftarannya akan ditutup. Kami menunggu informasi lebih lanjut dari DKK,” kata dia.

Salah seorang warga yang mengajukan KIS, Erni Surono, 47, mengatakan baru mendapat informasi seputar pendaftaran KIS sebulan lalu. Ia sudah berusaha mendaftar, tetapi ada berbagai persyaratan yang harus dilengkapi.

“Saya harus mengurus KIA anak saya yang paling kecil. Setelah syaratnya lengkap, ini saya serahkan ke kelurahan,” ujar warga RT 003/RW 023, Kampung Sawah Keluarga, itu saat ditemui di kantor kelurahan setempat, Kamis.

Erni mengaku mendaftarkan lima orang anggota keluarganya.“Saya dapat informasi dari ketua RT setempat awal Desember lalu. Kalau tahu sejak awal, kami mengajukan sejak lama,” kata dia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengalihkan dana Beras Miskin Daerah (Raskinda) dan BKMKS menjadi pembayaran premi JKN-KIS. Hal itu dilakukan agar kesehatan sebagai kebutuhan mendasar masyarakat dapat terpenuhi.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan ada tiga kategori miskin yaitu rentan miskin, miskin dan sangat miskin. Jumlah warga kategori rentan miskin sangat besar. Faktanya, kategori ini tidak mendapat perhatian dari Negara.

“Kami lebih baik mencegah yang rentan miskin agar tidak menjadi miskin atau bahkan sangat miskin. Kami usahakan terus,” ujarnya saat ditemui wartawan seusai memberikan KIS secara simbolis di STP beberapa waktu lalu.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….