Foto Ilustrasi Perumahan (Dok/JIBI/Bisnis)
Kamis, 4 Januari 2018 17:55 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Terkait Rumah Subsidi, Pemda DIY Mengimbau Masyarakat Hati-Hati

Ada pengembang mendompleng FLPP

Solopos.com, JOGJA-Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) mengimbau masyarakat agar hati-hati dalam menyikapi promosi perumahan yang membawa-bawa nama Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Kepala Bidang Perumahan DPUP ESDM DIY Birowo BS mengatakan, bagi masyarakat yang hendak memperoleh rumah dengan FLPP, bisa melakukan konfirmasi ke Bank Tabungan Negara (BTN), sebagai salah satu pihak yang ditunjuk pemerintah dalam menyalurkan dana subsidi.

“Sebenarnya kalau mau dicek bisa di BTN. Di sana ada pengembang yg sudah kerja sama dengan BTN,  karena dana FLPP disalurkan lewat BTN. Bisa dicek, pengembang itu [PT CKBI] ikut atau enggak. kalau terdaftar bener, kalau enggak bohong,” ucapnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (4/1/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, Lembaga Ombudsman (LO) DIY menduga PT CKBI (Cana Kusuma Bangsa Indonesia) melakukan penipuan karena membawa-bawa nama FLPP. Selain itu, di beberapa lokasi, aktivitas penjualan sudah mulai dilaksanakan, padahal izin belum diproses sama sekali.

Birowo menyatakan, supaya tak tertipu, masyarakat bisa mendatangi BTN terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli rumah murah. Cara yang dilakukan PT CKBI tidak bisa dilakukan, jika pengembang sudah bekerja sama dengan bank penyalur dalam program pemerintah itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Investigasi LO DIY Hanum Aryani menyatakan, yang mendompleng FLPP bukan hanya PT CKBI, tapi juga ada perumahan lain yang juga terletak di Bantul.  “Ternyata [yang tiga] ikut mendompleng. Informasinya baru saja masuk,” ucapnya melalui pesan pendek.

Perumahan lainnya yang diduga melakukan penipuan serupa adalah Puri Pratama Mangunan (pengembang belum diketahui) yang terletak di Jalan Imogiri Timur, Perumahan Bukit Tentrem Triwidadi, Argosari dengan pengembang PT Paradua Bangun Nusantara serta Griya Kirana Sedayu Asri (pengembang belum diketahui) yang berlokasi di Argosari, Sedayu.

PT CKBI mengaku memang mengembangkan rumah murah. Direktur Utama PT CKBI Cana Lestari mengatakan, perusahaannya sudah menyampaikan informasi kepada konsumennya tentang  kemungkinan perubahan harga rumah. Selain itu, PT CKBI juga menyatakan bekerja sama dengan PT Citrakarsa Property Jaya dalam mengurus perizinan. Selain itu, PT CKBI hanya sebagai marketing saja.

“Nantinya konsumen wawancara dengan pihak bank, kalau lolos baru masuk skema FLPP, kalau enggak lolos, bayarnya pakai suku bunga komersial. Hal itu sudah kami beritahukan kok sama konsumen yang minat inden. Yang enggak mau, memang cancel dan uangnya kami kembalikan,” tuturnya.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….