Salah satu Al Quran yang menjadi barang bukti pembakaran di Masjid Al Iman, Siluwok Lor, Tawangsari, Selasa (2/1/2018). Barang bukti kemudian dibawa ke Polres Kulonprogo. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Salah satu Al Quran yang menjadi barang bukti pembakaran di Masjid Al Iman, Siluwok Lor, Tawangsari, Selasa (2/1/2018). Barang bukti kemudian dibawa ke Polres Kulonprogo. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 4 Januari 2018 16:40 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Satpol PP Kulonprogo Dikerahkan ke Pasar-Pasar Buru Pelaku Pembakar Alquran

Pelaku pembakar Alquran belum tertangkap.

Solopos.com, KULONPROGO–Sedikitnya 20 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turut memburu terduga pelaku pembakaran puluhan jilid Alquran di Masjid Al Iman, Dusun Siluwok Lor, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Selasa (2/1/2018) lalu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kulonprogo, Duana Heru Supriyanta mengatakan, pencarian dimulai sejak Rabu (3/1/2018) malam, bukan hanya di Wates, Temon dan Kokap melainkan hingga Bantul dan Purworejo.

Pencarian dilakukan ke puluhan titik dengan jangkauan cukup luas, karena Satpol PP menilai bahwa orang dengan gangguan jiwa tersebut terus melakukan perjalanan. Satpol PP juga memprioritaskan pencarian ke pasar-pasar tradisional.

“Kami menduga, orang yang terkena gangguan jiwa kerap singgah ke pasar, di sana mereka mendapatkan makanan. Namun hasil hingga kini masih nihil,” kata dia, Kamis (4/1/2018).

Satpol PP tidak bekerja sendirian, melainkan bersama dengan aparat lainnya, seperti tentara dan kepolisian. Beberapa pasar tradisional yang telah disambangi antara lain Pasar Temon, Pasar Krendetan, Pasar Pripih, Pasar Cikli, Pasar Kokap, dan sejumlah pasar di wilayah Sermo, Pengasih dan Kalibawang.

Di Pasar Nanggulan juga terpantau nihil. Kondisi serupa terjadi saat Satpol PP menyambangi Pasar Mangiran di wilayah Srandakan, Kabupaten Bantul.

Pencarian pelaku dilakukan dengan berbekal informasi dari saksi yang sebelumnya telah menceritakan ciri-ciri pelaku, mengarah dugaan bahwa pelaku mengidap gangguan kejiwaan, imbuh Duana.

Menurut dia, selain Satpol PP, aparat kepolisian dan pihak terkait, masyarakat diminta untuk turut berpartisipasi aktif dalam mencari terduga pelaku pembakaran Alquran. Apabila pelaku ditemukan, dapat diketahui motif pelaku yang sesungguhnya, termasuk kondisi kejiwaan pelaku.

“Kami tetap mengimbau agar masyarakat juga tetap tenang dalam menyikapi kasus ini. Apabila mengetahui keberadaan pelaku, harap segera melaporkan kepada pihak berwajib, ciri-ciri sudah menyebar di banyak grup percakapan,” lanjut Duana.

Kepala Kepolisian Resor Kulonprogo, Ajun Komisaris Besar Polisi Irfan Rifai menyatakan, jajarannya masih melakukan pencarian pelaku secara intensif.

Menurut Irfan, saat ini sudah ada titik terang keberadaan pelaku setelah sebelumnya dilakukan pencarian di wilayah Temon.

“Ada warga yang sempat melihat orang sesuai ciri-ciri pelaku yang disebutkan saksi dan sempat memotretnya, hasil foto sudah kami kroscek dengan saksi, benar itu terduga pelaku. Semoga dalam waktu dekat bisa tertangkap,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 25 jilid Alquran ditemukan dalam kondisi hangus dan terbakar di kamar mandi Masjid Al Iman, Dusun Siluwok Lor, Desa Tawangsari, pada Selasa (2/1/2018) siang. Dari keterangan sejumlah saksi, diperkirakan pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Kendati demikian, hingga kini pelaku masih dalam pencarian.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….