Sudirman Said. (Endang Muchtar/JIBI/Bisnis) Sudirman Said. (Endang Muchtar/JIBI/Bisnis)
Kamis, 4 Januari 2018 10:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PILKADA 2018
Dana Kampanye Sudirman Said dari Pengusaha

Pilkada 2018 diwarnai pencalonan Sudirman Said di Pilgub Jateng.

Solopos.com, SEMARANG – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, mengaku mendapat dukungan dari para koleganya yang merupakan pengusaha. Dukungan itu bukan hanya bersifat moril, tetapi juga material atau dana kampanye.

Para pengusaha itu, menurut Sudirman Said dikenalnya saat masih menduduki posisi strategis di perusahaan BUMN, mulai dari Pertamina hingga PT Pindad. Selain itu, saat menjadi aktivis, Sudirman Said juga banyak mengenal tokoh perekonomian, seperti Kuntoro Mangunsubroto dan Mar’ie Muhammad.

“Berkenalan dengan mereka telah mengubah hidup saya. Kondisi itu jelas sangat mewarnai dunia saya. Ketika terjun ke politik, basis dana saya dari patungan kawan-kawan profesional maupun pengusaha, karena politik di negara ini sangat mahal,” ujar Sudirman tatkala bertemu dengan para guru besar dari Universitas Diponegoro (Undip) di Gedung Widya Puraya, Kampus Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (3/1/2018).

Sudirman juga berjanji tidak akan menggunakan isu-isu terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) saat bertarung di pilkada atau Pilgub Jateng 2018. Lelaki yang ter-reshuffle dari kabinet Presiden Joko Widodo tak lama setelah mengungkap skandal Papa Minta Saham PT Freeport Indonesia itu berjanji di hadapan awak media bakal memilih strategi berpolitik yang cerdas dan arif sehingga mampu menimbulkan nuansa yang menyenangkan di tengah masyarakat.

“Saya memasuki dunia politik sebagai zona belajar, bukan sebagai teror, sehingga ketika berpolitik bisa menjadi hal yang menyenangkan,” ujar Sudirman.

Karena sempat mengetuai Tim Sinkronisasi Pemerintahan Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno pascapilkada DKI Jakarta, sempat bertiup spekulasi bahwa Sudirman Said bakal membawa situasi politik saat berlangsungnya Pilkada DKI Jakarta ke Pilkada Jateng. Kubu pesaing Anies-Sandi dalam Pilkada Jakarta hingga kini memang masih tampak rajin meniupkan wasangka yang menyebutkan kemenangan gubernur dan wakil gubernur Jakarta bertahana saat ini adalah karena mengembangkan isu SARA saat pilkada berlangsung.

[Baca juga Sudirman Said Ajak Rivalnya di Pilgub Jateng Kedepankan Persatuan]

Sudirman Said menyebutkan isu SARA di Pilgub DKI dipicu sikap gubernur DKI saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sikap itu jugalah yang menurutnya memunculkan aksi demo 212 oleh warga yang terprovokasi komentar Ahok terkait Surah Almaidah. Demi meluruskan persepsi publik, tokoh antikorupsi yang juga salah seorang pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) itu mengucapkan niat mengajak semua calon yang bertarung di Pilgub Jateng untuk menyampaikan komitemen agar tidak memecah belah persatuan dan kesatuan. (Alif Nazzala Rizqi/JIBI/Bisnis)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….