Polisi menangani penemuan mayat yang telah membusuk di kebun tebu Kabupaten Batang, Kamis (4/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Kutnadi) Polisi menangani penemuan mayat yang telah membusuk di kebun tebu Kabupaten Batang, Kamis (4/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Kutnadi)
Kamis, 4 Januari 2018 17:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PENEMUAN MAYAT BATANG
Hilang 5 Hari, Lelaki Ditemukan Membusuk di Kebun Tebu

Penemuan mayat lelaki yang telah membusuk di kebun tebu mengegerkan Batang.

Solopos.com, BATANG — Jajaran Polres Batang, Kamis (4/1/2018), dikabarkan Kantor Berita Antara berhasil menemukan warga yang lima hari menghilang dari rumahnya. Sayangnya, lelaki itu telah menjadi mayat, bahkan telah membusuk tatkala ditemukan.

Namun, belakangan diungkapkan pula oleh Antara, penemuan mayat di Kabupaten Batang, Jawa Tengah itu bukanlah hasil pelacakan polisi, melainkan karena dipergoki warga sekitar. Bahkan, warga pulalah yang mengaitkan identitas mayat yang telah membusuk itu dengan Sarjani yang telah lima hari menghilang.

Dasar klaim prestasi polisi dalam pelacakan hilangnya Sarjani sejak Minggu (31/12/2017) itu sebagaimana diterangkan Antara, datang dari Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga. Perwira polisi itu menyatakan polisi telah menemukan mayat berjenis kelamin laki-laki yang sudah membusuk dan dipenuhi belatung di perkebunan tebu Desa Sewatu, Kecamatan Wonotunggal, Batang, Jawa Tengah, Kamis.

Kendati saat ditemukan mayat itu telah membusuk dan penuh belatung, AKBP Edi Suranta Sinulingga menyatakan polisi tidak menemukan adanya unsur penganiayaan pada tubuh lelaki itu. “Korban yang diketahui bernama Sarjani, menghilang dari rumahnya pada 31 Desember 2017 dan 4 Januari 2018 ditemukan tewas di perkebunan tebu desa setempat,” paparnya.

Kapolres yang menurut Antara didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal AKP Eko Marudin itu lalu menyatakan polisi sudah menyerahkan jasad itu kepada keluarganya untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat. “Biasanya korban mandi maupun buang air besar di sekitar perkebunan tebu itu. Kemungkinan saat akan memanjat tebing korban jatuh,” katanya.

Warga Desa Siwatu, Darsono mengatakan Sarjani meninggalkan rumahnya sejak lima hari yang lalu dan tidak diketahui kemana korban pergi. “Semula, warga menduga Sarjani dibawa makhluk halus. Masyarakat sudah berusaha mencari keberadaan Sarjani tetapi korban tidak bisa ditemukan,” lanjutnya.

Akan tetapi, sambung dia, warga selanjutnya digegerkan penemuan mayat yang sudah membusuk di perkebunan tebu. “Warga meyakini jika mayat tersebut adalah Sarjani yang menghilang dari rumah sejak lima hari lalu. Saat ini, korban sudah dimakamkan di TPU,” kisah warga Desa Siwatu yang disamarkan namanya oleh kantor berita pelat merah itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….