Jatim
Kamis, 4 Januari 2018 - 13:05 WIB

PENCURIAN MADIUN : Pengamen Asal Ponorogo Nekat Curi Sepeda Motor di Tempat Penitipan

Redaksi Solopos.com  /  Rohmah Ermawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Tersangka pencurian sepeda motor, Hendra Boydui, ditahan di Mapolres Madiun Kota, Kamis (4/1/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Pencurian Madiun, seorang pengamen ditangkap polisi setelah mencuri sepeda motor di tempat penitipan motor.

Madiunpos.com, MADIUN — Seorang pengamen ditangkap aparat Polsek Jiwan karena diduga mencuri sepeda motor di penitipan motor Rejeki No. 214 di jalan raya Solo-Madiun, Desa/Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Pengamen itu bernama Hendra Boydui, 18, warga Desa Jimbe, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.

Advertisement

Kanit Reskrim Polsek Jiwan, Iptu Gunawan, mengatakan Hendra Boydui ditangkap di rumahnya pada 27 Desember 2017. Kecurigaan mengarah ke pengamen yang juga anak punk itu setelah ada saksi yang melihat pemuda tamatan sekolah dasar itu menuntun sepeda motor yang diduga barang curian.

Setelah dilakukan pengusutan ke sejumlah saksi, diketahui rumah tersangka. “Setelah itu, kami langsung menangkap tersangka di rumahnya,” kata Gunawan kepada wartawan di Mapolres Madiun Kota, Kamis (4/1/2018).

Dia menungkapkan kasus ini bermula dari pengamen tersebut mencuri sepeda motor Suzuki FU berpelat nomor AE 4642 BD di penitipan motor Rejeki di Jl. Raya Solo-Madiun, Desa Jiwan, Jumat (1/12/2017). Sebelum mencuri sepeda motor itu, pada siang harinya tersangka mengecek situasi dan melihat-lihat sepeda motor di tempat penitipan motor itu.

Advertisement

Setelah mengetahui sepeda motor yang akan dicuri, tersangka pada malam harinya membobol pintu penitipan motor itu dengan palu yang dibawanya. Setelah berhasil membobol pintu, tersangka langsung mencari sepeda motor yang sudah diincarnya.

Setelah itu, tersangka memotong kabel starter dengan menggunakan gunting dan tanda nomor parkir juga dipotong. Sepeda motor milik Rudi Iswanto itu kemudian dituntun hingga sekitar 50 meter dan baru dihidupkan.

Sepeda motor itu diketahui hilang saat pemilik sepeda motor hendak mengambilnya. Si pemilik mencari-cari sepeda motornya namun tidak ketemu. “Setelah sepeda motornya tidak ditemukan. Korban kemudian melaporkan kehilangan itu ke polisi,” jelas dia.

Advertisement

Setelah dilakukan pemeriksaan, kata Gunawan, sebelumnya tersangka memang kerap mencuri sejumlah barang elektronik di desanya. Namun, karena saat itu masih kecil atau belum dewasa sehingga hanya diselesaikan secara kekeluargaan.

“Untuk tindakannya kali ini, tersangka akan dikenai pasal 363 ayat (1) KUHP karena tersangka sudah dewasa,” jelas dia.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif