Rony Primantohari saat diwawancara wartawan, Kamis (4/1/2018). (I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja) Rony Primantohari saat diwawancara wartawan, Kamis (4/1/2018). (I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 4 Januari 2018 15:55 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Keistimewaan DIY akan Tersaji dalam Versi Digital

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY akan menghimpun, mengelola dan menyiarkan konten-konten keistimewaan secara digital

Solopos.com, JOGJA-Guna semakin mendekatkan makna keistimewaan dan sekaligus untuk mewujudkan cita-cita keistimewaan itu sendiri, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY akan menghimpun, mengelola dan menyiarkan konten-konten keistimewaan secara digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY Rony Primantohari mengatakan DIY punya beragam potensi keistimewaan, seperti sistem pemerintahan, masyarakat, lembaga pendidikan, komunitas dan dunia usaha. Kesemua potensi tersebut perlu digali dan dikolaborasikan untuk mewujudkan cita-cita keistimewaan.

“Karena itu kami mengajak mereka agar bisa berpartisipasi untuk menggiatkan aktivitas mereka melalui kegiatan berbasis digital. Misalnya, kegiatan budaya dan sejarah Jogja seperti apa, akan kami tampilkan dalam bentuk digital,” ucapnya di Kompleks Kepatihan, Kamis (4/1/2018).

Menurut Rony ruang lingkup bidang yang akan ditampilkan dalam bentuk digital beragam, mulai dari infrastruktur, pendidikan dan literasi. Ia menyatakan, sebenarnya konten-konten digital berbau keistimewaan sudah banyak, hanya saja tidak disatukan dalam satu ruang.

Dengan dibuat satu ruang khusus, maka diharapkan masyarakat bisa semakin mudah mengakses informasi mengenai keistimewan. Dengan demikian pemahaman akan status DIY tersebut semakin tumbuh.

Lebih jauh Roni menerangkan, perencanaan tata? kelola digitalisasi keistimewan akan dibuat tahun ini. Ia menyatakan program ini tidak akan berhenti pada perencanaan semata, sebab DIY memiliki potensi digital yang mumpuni.

Nantinya, konten akan ditampilkan dalam sebuah aplikasi, tapi menurutnya, aplikasi hanya salah satu alat. Yang terpenting, kata Rony adalah pengembangan tata kelola keistimewan.

Program digitalisasi keistimewan sendiri diharapkan jadi medium untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. “Harapannya masyarakat bisa ikut berpartisipasi membangun keistimewan melalui teknologi,” tutupnya.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….