Ilustrasi pasukan pemadam kebakaran menghadapi amukan si jago merah. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Ilustrasi pasukan pemadam kebakaran menghadapi amukan si jago merah. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Kamis, 4 Januari 2018 19:35 WIB Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

KEBAKARAN KLATEN
Kandang Terbakar, 3 Sapi dan Ratusan Itik Mati Terpanggang

Tiga ekor sapi dan seratusan itik di Pedan, Klaten, terpanggang saat kandang mereka terbakar.

Solopos.com, KLATEN — Kandang sapi milik Jarwo Suyanto, 65, di Dukuh Sunggingan RT 015/RW 007, Desa Ngaren, Kecamatan Pedan, Klaten, terbakar pada Rabu (3/1/2018) malam. Kerugian material akibat peristiwa itu ditaksir mencapai Rp75 juta.

Awalnya, Jarwo menyalakan bedehan–semacam cara pengasapan dengan membakar sisa pakan dari jerami untuk mengusir nyamuk–di dekat kandang pada Rabu sekitar 18.30 WIB. Sekitar 30 menit kemudian, listrik padam. Pemilik rumah menduga terjadi pemadaman listrik.

“Tapi ternyata itu akibat kebakaran yang merembet ke tumpukan jerami di kandang sapi,” kata Kapolsek Pedan AKP Sutiman Hadi mewakili Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (4/1/2018).

Polsek Pedan menerima laporan kebakaran itu sekitar pukul 19.00 WIB. Personel Polsek bersama warga bahu membahu memadamkan api hingga petugas pemadam kebakaran tiba. Warga memanfaatkan air sumur pantek yang berada tak jauh dari lokasi kebakaran untuk memadamkan api.

“Warga sempat mengupayakan mendapat pompa untuk menyedot air. Api bisa dipadamkan tanpa merembet ke rumah lain,” terang Kapolsek.

Akibat kebakaran itu, tiga ekor sapi terpanggang dengan nilai kerugian sekitar Rp40 juta. Selain itu, 100 ekor itik senilai Rp5 juta juga terbakar. Kandang berdinding tembok berukuran 7 meter x 11 meter rusak parah. “Kerugian kandang diperkirakan mencapai Rp30 juta. Total kerugian materi sekitar Rp75 juta,” kata Sutiman.

Kebakaran itu, lanjut Kapolsek, murni akibat kelalaian pemilik rumah. Polsek Pedan melalui Bhabinkamtibmas secara rutin menggelar penyuluhan ke desa-desa termasuk petani dan peternak agar meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.

“Di daerah itu memang banyak peternak sapi. Kejadian murni karena lalai yang mengakibatkan terjadi musibah kebakaran,” terang Kapolsek.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….