Desain jembatan Tirtonadi baru yang diberi tiang dengan bentuk keris. (Istimewa/Dinas PUPR Solo) Desain jembatan Tirtonadi baru yang diberi tiang dengan bentuk keris. (Istimewa/Dinas PUPR Solo)
Kamis, 4 Januari 2018 06:35 WIB Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos Solo Share :

INFRASTRUKTUR SOLO
Pemkot Siapkan Rp3,5 Miliar untuk Bebaskan Lahan Terdampak Jembatan Tirtonadi

Pemkot Solo menyiapkan anggaran senilai Rp3,5 miliar untuk membebaskan lahan di sisi timur Jembatan Tirtonadi.

Solopos.com, SOLO — Komisi II DPRD Solo mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk memastikan pembangunan Jembatan Tirtonadi dilaksanakan tahun ini. Anggaran senilai Rp3,5 miliar telah dialokasikan dalam APBD 2018 untuk membebaskan lahan yang terdampak proyek tersebut.

Komisi II menyebut semestinya urusan nonteknis semacam pembebasan lahan rampung jauh-jauh hari mengingat APBD sudah mengalokasikan anggarannya sejak 2015 lalu. Wakil Ketua Komisi II DPRD Solo, Supriyanto, menyayangkan urusan nonteknis yang tak kunjung kelar.

Padahal rencana untuk membangun Jembatan Tirtonadi seperti jembatan kembar Mojosongo selalu masuk APBD khususnya untuk menyelesaikan masalah nonteknis. “Sebenarnya tinggal menyisakan pembebasan lahan di bagian timur selatan jembatan. Anggaran senilai Rp3,5 miliar ini untuk relokasi satu hunian,” paparnya kepada wartawan, Rabu (3/1/2017). (Baca: Toko Penjahit Baju Kampanye Jokowi Ikut Tergusur Proyek Jembatan Tirtonadi)

Pada 2015, Pemkot sempat menganggarkan Rp40 juta untuk pembuatan detail engineering design (DED) jembatan tersebut. Namun, dana ini muspra karena Pemkot justru akan menggunakan DED dari pemerintah pusat.

Pada perjalanannya, dana sebesar itu tak cukup untuk membuat DED. Hal ini lantaran setelah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan pemerintah pusat, ternyata desain jembatan mengharuskan tidak ada tiang pancang di tengah sungai karena akan mengganggu laju aliran air.

Belakangan, penyusunan DED telah dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pada 2016 lalu Pemkot menganggarkan Rp2,73 miliar untuk pengadaan tanah jembatan serta Rp48 juta untuk feasibility study melalui DPU.

Selanjutnya pada 2017 Pemkot juga mengalokasikan anggaran untuk menyelesaikan persoalan relokasi. Anggaran itu nilainya Rp1,1 miliar untuk merelokasi lima bangunan dengan satu di antaranya berstatus hak milik (HM) dan lainnya hak guna bangunan (HGB). (Baca: Wajah Baru Jembatan Tirtonadi Solo)

“Anggarannya sudah disiapkan tahun ini senilai Rp3,5 miliar. Rencananya pembangunan akan dimulai untuk wilayah sisi barat terlebih dahulu. Nantinya untuk sisi timur hanya akan direnovasi,” imbuhnya.

Pembangunan jembatan Tirtonadi sisi barat diperkirakan membutuhkan biaya senilai Rp20 miliar. Dana ini mengandalkan kucuran dari pemerintah pusat melalui pos tugas pembantuan (TP). Sementara jembatan sisi timur belum pasti menggunakan dana dari pusat atau APBD kota.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Solo, Y.F. Sukasno, berharap pembangunan Jembatan Tirtonadi ini segera terlaksana mengingat sudah mundur bertahun-tahun. “Kami berharap segera terealisasi karena anggaran juga sudah dialokasikan,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….