Sekelompok wisatawan melintas di tepi gedung eks Van Dorp yang kini menjadi Museum 3 Dimensi Dream Museum Zone (DMZ), kawasan Kota Lama Semarang, Jateng, Rabu (3/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Sekelompok wisatawan melintas di tepi gedung eks Van Dorp yang kini menjadi Museum 3 Dimensi Dream Museum Zone (DMZ), kawasan Kota Lama Semarang, Jateng, Rabu (3/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Kamis, 4 Januari 2018 05:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo Feature Share :

FOTO CAGAR BUDAYA SEMARANG
Begini Warna-Warni Museum 3D

Cagar budaya di Kota Lama Semarang dicat warna-warni.

Wisatawan memandangi kawasan sekitar gedung eks Van Dorp yang kini berwarna-warni setelah dimanfaatkan menjadi Museum 3 Dimensi Dream Museum Zone (DMZ), Rabu (3/1/2018).  (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Wisatawan memandangi kawasan sekitar gedung eks Van Dorp yang kini berwarna-warni setelah dimanfaatkan menjadi Museum 3 Dimensi Dream Museum Zone (DMZ), Rabu (3/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Kawasan Kota Lama Semarang padat bangunan tua sisa peradaban zaman kolonial Belanda. Upaya pelestarian jejak sejarah masa lampau terus dilakukan, namun belakangan hari upaya konservasi kawasan cagar budaya itu dinodai dengan pengecatan gedung eks Van Dorp yang kini dicat warna-warni karena dijadikan Museum 3 Dimensi Dream Museum Zone (DMZ).

Kantor Berita Antara, Rabu (3/1/2018), mendokumentasikan tindak vandalisme yang direstui Pemkot Semarang tersebut. Padahal kalangan yang peduli dengan kelestarian cagar budaya nyaring memprotes pengecatan warna-warni terhadap bangunan bernilai sejarah bidang industri percetakan tersebut. Lebih memprihatinkan lagi, tindakan itu sejatinya juga mengangkangi Perda Kota Semarang No. 8/2003 tentang Rencana Tata Bangunan Dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Kota Lama yang melarang pengubahan warna asli bangunan.

KLIK DI SINI untuk Berita Lengkapnya
KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….