Ilustrasi Pemda DIY. (Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah) Ilustrasi Pemda DIY. (Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Kamis, 4 Januari 2018 12:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Begini Kritik Dewan soal Ketimpangan yang Tinggi di DIY

Pemda DIY didorong ciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Solopos.com, JOGJA–Komisi A DPRD DIY mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) DIY fokus menciptakan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat, supaya angka gini ratio yang semakin meninggi bisa terpangkas.

“Melalui apa saja? Prioritas program, kegiatan dan anggaran untuk pemberdayaan petani, jasa perdagangan, pelaku UMKM dan usaha jasa pariwisata. Kami harap sektor swasta bergerak khususnya usaha yang menyerap tenaga kerja,” ucap Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/1/2018).

Selain langkah tersebut, ia juga menyatakan Pemda DIY dapat memfasilitasi berbagai pendidikan dan pelatihan untuk melahirkan wirausaha, baik baru maupun memperkuat pelaku yang sudah ada.

“Kami percaya masyarakat DIY punya etos kerja yang hebat. Ayo kita dukung Pemda DIY lari cepat dalam laksanakan program untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS), besaran gini ratio DIY pada semester kedua 2017 berada pada ngka 0,440, atau naik dari Maret 2017 yang sebesar 0,432. Gini Ratio DIY tetap merupakan yang paling tinggi se-Indonesia.

Eko mengaku terkejut atas hal tersebut, Apalagi, DIY sudah mendapat gelontoran Dana Keistimewaan sebesar Rp2,6 triliun, yang bisa menjadi tambahan bagi APBD. Karena itulah ia menyarankan, perencanaan program kebijakan Pemda DIY agar dibuat lebih baik lagi.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi menyatakan besaran angka gini ratio yang telah dirilis oleh BPS akan dijadikan acuan untuk menciptakan langkah-langkah strategis untuk memangkas kesenjangan antara yang miskin dengan yang kaya.

“Komponen kegiatan program dibuat berpihak pada program pengurangan ketimpangan. Kesenjangan bisa [terlahir] dari insfrastruktur, air minum, pendidikan dan kesehatan. Bisa juga dari ekonomi, Itu coba kami kupas, secara lokasi dipetakan, mana lokasi yang memiliki kesenjangan tinggi, sepertinya antara perkotaan dan pedesaan,” ucapnya saat ditanya mengenai langkah strategis yang dimaksud.

Lebih jauh ia menyatakan akan menyediakan sarana dan prasarana yang pantas bagi masyarakat supaya aktivitas perekonomian bisa menggeliat. Selain itu sektor pendidikan akan lebih didekatkan lagi.

Gatot mengatakan tidak hafal betul berapa target pengurangan gini ratio yang dicanangkan Pemda DIY. Hal itu bisa, ucapnya, bisa dilihat di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022. “Targetnya minimal bisa dibawah Nasional [0,391]. Artinya ada upaya untuk itu,” tutupnya.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….