Anggota TNI dan masyarakat bekerja bakti mengecor jalan Dukuh Sidorejo, Desa Grogol, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (4/1/2018). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos) Anggota TNI dan masyarakat bekerja bakti mengecor jalan Dukuh Sidorejo, Desa Grogol, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (4/1/2018). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos)
Kamis, 4 Januari 2018 17:35 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

BANJIR SUKOHARJO
Tanggul Saluran Irigasi Jebol Banjiri Puluhan Hektare Sawah di Weru

Tanggul saluran irigasi di Desa Grogol, Kecamatan Weru, Sukoharjo, jebol mengakibatkan areal sawah kebanjiran.

Solopos.com, SUKOHARJO — Sedikitnya 20 hektare (ha) sawah di Desa Grogol, Kecamatan Weru, Sukoharjo, kebanjiran air luapan saluran irigasi yang tanggulnya jebol, Kamis (4/1/2018) pagi.

Ranto dan Wadiyo, warga Grogol, yang ditemui Solopos.com di lokasi bercerita banjir terjadi Kamis sekitar pukul 03.00 WIB. “Hujan dengan intensitas tinggi turun pada Rabu [3/1/2018] malam sekitar pukul 22.00 WIB hingga Kamis pukul 02.00 WIB. Satu jam kemudian saya keluar melihat air sudah melimpah ke persawahan,” ujar Wadiyo.

Dia bercerita selama sebulan sudah tiga kali lahan persawahan warga di desanya terendam air. Kali pertama terjadi awal Desember 2017 disusul pertengahan Desember dan terakhir 4 Januari 2018. (Baca: 4 Sungai Meluap Rendam Ratusan Rumah Warga Sukoharjo)

Warga sebenarnya sudah bersiap memperbaiki tanggul yang jebol itu pada hari itu bersama anggota TNI, dan Polri. Namun, karena air meluap dan merendam tanggul, akhirnya seratusan warga yang sudah berkumpul tetap bekerja bakti membantu pengecoran jalan Dukuh Sidorejo RT 001/005, Desa Grogol.

“Tanggul jebol kali pertama luapan air cukup tinggi hingga masuk ke halaman rumah warga Dukuh Sidorejo. Hari ini [Kamis] luapan air tidak begitu tinggi tetapi perbaikan tanggul tidak bisa dilakukan.”

Pantauan Solopos.com, hingga jam 11.10 WIB air sudah surut dan genangan air di beberapa lokasi jalan kampung sudah kering. Ranto menambahkan tanggul jebol baru kali pertama terjadi. Dia menduga tanggul jebol karena tanah bagian bawah digerogoti tikus atau hewan sejenis trenggiling.

“Sangat mungkin tanah didodos [digunakan untuk rumah] tikus atau trenggiling sehingga air meresap melalui lubang tersebut dan ambrol,” jelasnya. (Baca: BBWSBS Janji Segera Perbaiki Tanggul Kritis di Sukoharjo)

Dia menyatakan tanggul saluran air itu lebarnya tiga meter sehingga cukup untuk menahan air. “Air di saluran kiriman dari daerah Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Selama daerah hulu hujan air akan mengalir ke sini [Sidorejo].”

Sementara itu, Danramil 05/Weru, Kapten (Inf) Ludiman, di sela-sela membantu warga mengecor jalan kampung bercerita hujan terjadi di Gunungkidul. Dampaknya, air mengalir ke Grogol dan meluap.

“Karya bakti perbaikan tanggul dengan bronjong kawat tertunda dan dialihkan pekerjaan rabat jalan. Karya bakti sudah dikoordinasikan dengan Lurah Grogol dan elemen masyarakat yang lain. Pekerjaan perbaikan tanggul tetap dilaksanakan tetapi menunggu banjir surut.”

Panjang tanggul yang jebol mencapai 10 meter dengan ketinggian 4 meter. Luapan air pada Kamis itu tidak masuk ke rumah warga tetapi lahan persawahan seluas 20 hektare terdampak.

Sebelumnya, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, meminta pihak terkait segera menangani tanggul jebol di Desa Grogol, Kecamatan Weru. Bupati menilai dampak tanggul jebol menganggu aktivitas warga dan merusak tanaman petanian.

“Lakukan koordinasi dengan BBWSBS [Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo] secepatnya dan lakukan penanganan.”

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….