Baliho di Pertigaan Gapura Klodran, Colomadu, Karanganyar, roboh diterjang hujan disertai angin, Kamis (4/1/2018). (Iskandar/JIBI/Solopos) Baliho di Pertigaan Gapura Klodran, Colomadu, Karanganyar, roboh diterjang hujan disertai angin, Kamis (4/1/2018). (Iskandar/JIBI/Solopos)
Kamis, 4 Januari 2018 18:15 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Baliho di Klodran Karanganyar Roboh Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang

Satu baliho di Klodran, Colomadu, Karanganyar, roboh saat hujan deras disertai angin kencang.

Solopos.com, KARANGANYAR — Satu baliho ukuran 3 meter x 2 meter di Pertigaan Gapura Klodran, Colomadu, Karanganyar, roboh diterjang angin kencang yang menyertai hujan lebat, Kamis (4/1/2018) sore. Meski tak menimbulkan korban jiwa, arus lalu lintas di kawasan itu sempat tersendat.

“Baliho itu roboh ketika ada angin kencang disertai hujan sore ini. Beruntung ketika baliho besar ini roboh tidak menimpa orang sehingga tidak ada korban jiwa,” ujar Kasi Trantib Colomadu, Giyatno, kepada Solopos.com, Kamis.

Dia menduga baliho itu roboh karena pipa besinya tertanam kurang dalam di tanah dan tanahnya gembur diguyur hujan. Ketika baliho yang menjulang tinggi itu dihantam angin kencang, tiangnya tak kuat menahan terjangan angin dan roboh.

“Kalau melihat besi yang tertanam tadi sepertinya dangkal sekali. Mungkin tidak ada satu meter dan semen penguat besi tersebut juga kurang kuat sehingga ketika dihantam angin kencang baliho itu roboh,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Desa Klodran, Warsito, mengatakan hingga kemarin belum ada laporan kerusakan lain di desanya selain baliho. “Angin yang bertiup saat hujan tadi memang lumayan kencang. Tetapi sampai saat ini laporan kerusakan di desa akibat hujan dan angin belum ada,” kata dia kemarin.

Kapolsek Colomadu, AKP Joko Waluyono, mengatakan guna menyingkirkan baliho yang roboh di jalan tersebut, dia menurunkan sejumlah anggotanya untuk membantu warga. Selain itu petugas juga harus mengatur arus lalu lintas di jalan yang cukup ramai itu.

“Kami dengan warga ramai-ramai menyingkirkan baliho itu. Karena memang berat sehingga kami harus bareng-bareng,” kata dia.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….