Warga menyusuri lorong bungker kuno di kompleks Balai Kota Solo, Rabu (27/12/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Warga menyusuri lorong bungker kuno di kompleks Balai Kota Solo, Rabu (27/12/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 3 Januari 2018 20:35 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

WISATA SOLO
Bunker Balai Kota Dibuka untuk Umum, Mau Selfie atau Prewedding Juga Boleh

Wali Kota Solo membuka bunker di Balai Kota yang sudah direstorasi untuk dikunjungi masyarakat umum.

Solopos.com, SOLO — Raut penasaran terpancar dari seorang anak yang ditemani ayahnya, Rabu (3/1/2018) pagi. Kepalanya melongok dari balik pagar kaca pembatas yang mengelilingi bunker. Bunker itu baru selesai di restorasi oleh Pemkot Solo.

Sambil merengek mengajak sang ayah, anak tersebut masuk ke dalam bunker dengan menuruni belasan anak tangga melalui lorong berukuran 1,5 meter x 1,5 meter di sisi timur. Di dalam bunker terdapat dua lorong sejajar saling terhubung dan hanya dipisahkan tembok setebal 60 sentimeter.

Mereka menyusuri lorong sepanjang 20 meter dengan sorotan cahaya lampu yang telah terpasang diberbagai sudut. Sesekali sang anak mendongak ke atas, melihat lubang di atap bunker. Lubang itu sekaligus menjadi ventilasi. (Baca: Kelar Direstorasi, Bunker di Balai Kota Solo Belum Bebas dari Rembesan Air)

Setelah beberapa kali mengabdikan momen dengan berfoto, keduanya keluar melalui lorong sisi barat. Apa yang dilakukan bapak dan anak itu kemudian diikuti warga lain yang kebetulan sedang mengurus administrasi kependudukan di Kantor Dispendukcapil.

Bangunan bunker ini tampak kontras dengan sekelilingnya yang berupa bangunan modern. Sebelumnya bunker itu ditutup untuk umum. Tapi sejak Rabu, Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo membuka bunker tersebut untuk masyarakat umum.

Warga pun bisa berswafoto dengan nuansa bangunan bunker. Wali Kota yang akrab disapa Rudy itu sempat meninjau bangunan bunker yang direstorasi dengan anggaran Rp747,8 juta itu. “Kondisinya sekarang bagus dan ini bisa untuk selfie atau foto prewedding,” kata Rudy.

Pemkot tidak menarik biaya sepeser pun kepada warga yang masuk ke bunker, termasuk untuk foto prewedding. Sejalan dengan itu, Pemkot akan mempercantik kawasan bangunan bunker yang nantinya diklaim bakal menjadi ikon wisata baru di Kota Bengawan. (Baca: Bunker Kuno di Kompleks Balai Kota Solo Jadi Tempat Pencatatan Perkawinan)

Penataan itu meliputi pembangunan gazebo serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung seperti diorama tentara. “Nanti kita beri diorama tentara Belanda atau Jepang agar pas dengan bangunan bunker,” ujarnya.

Ihwal rencana pemanfaatan bangunan bunker sebagai lokasi pencatatan pernikahan Dispendukcapi, Rudy mengatakan masih mempertimbangkannya. Yang jelas restorasi bangunan bunker telah rampung dan bisa segera dimanfaatkan untuk masyarakat umum.

“Silahkan datang ke sini [bunker], tapi kami minta jangan sampai ada aksi vandalisme atau merusak cagar budaya,” katanya.

Guna mengamankan aset bangunan cagar budaya dari aksi vandalisme dan perusakan oleh tangan jahil, Rudy akan mengerahkan beberapa petugas keamanan Balai Kota. Mereka akan mengawasi dan mengamankan bangunan bunker.

“Kalau nanti ada temuan coretan di bunker, satpamnya dicopot langsung. Wong neng Balai Kota kok isa kecolongan dicorat-coret,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solo Taufan Basuki mengatakan bunker di kompleks Balai Kota ditemukan pada 2012 silam dan diteliti tim arkeolog dari Jogja dengan merujuk temuan warga sekitar.

Hasil kajiannya memberi petunjuk pasti pemanfaatan bunker itu di masa lalu yakni sebagai tempat menyimpan benda dan pertahanan pada masa kolonial. “Kemudian kami restorasi pada 2017 lalu. Meskipun persoalan rembesan air belum bisa kita diselesaikan 100 persen,” katanya.

Secara teknis, Taufan mengatakan berbagai treatment untuk menutup kebocoran di dalam bunker telah dikerjakan. Sebelum dilakukan pengerjaan restorasi, kondisi bungker sangat memprihatinkan. Selain terbengkalai, bangunan bawah tanah tersebut dipenuhi genangan air kotor hingga setinggai 1,5 meter. Kondisi ini pun tidak memungkinkan untuk dimasuki.

Namun kini kondisi bungker sudah bersih dari genangan air. Hanya masih terdapat rembesan di beberapa lokasi yang tidak berpotensi menyebabkan lantai bunker tergenang.

“Air rembesan ini kami buatkan saluran kecil yang alirannya masuk ke sumur penampungan. Jika air sumur penuh, otomatis pompa air menyedot ke saluran luar pojok Dispendukcapil,” katanya.

 

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….