Warga berswafoto di area bungker kuno pascarestorasi di kompleks Balai Kota Solo, Rabu (27/12/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Warga berswafoto di area bungker kuno pascarestorasi di kompleks Balai Kota Solo, Rabu (27/12/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 3 Januari 2018 15:15 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

WISATA SOLO
Asyik, Bungker di Balai Kota Solo Jadi Spot Selfie Baru dan Gratis

Wisata Solo, lokasi bungker di Bali Kota Solo menjadi sopt selfie baru.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membuka bangunan bungker yang berada di kompleks gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Balai Kota Solo untuk masyarakat umum. Warga bisa selfie atau berswafoto di bungker yang telah rampung direstorasi itu.

“Kondisinya sekarang bagus, dan ini bisa untuk selfie atau foto prewedding,” kata Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo akrab disapa Rudy saat meninjau bangunan bungker pascarestorasi yang menelan anggaran Rp747,8 juta, Rabu (3/1/2018).

Pemkot, ungkap Wali Kota, tidak akan menarik biaya seperpun bagi warga yang masuk ke lokasi bungker, termasuk untuk foto prewedding. Sejalan dengan itu, Pemkot akan mempercantik kawasan bangunan bungker yang nantinya diklaim bakal menjadi ikon wisata baru di Kota Bengawan.

Penataan meliputi rencana pembangunan gazebo, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung seperti diorama tentara. “Nanti kita beri diorama tentara Belanda atau Jepang agar pas dengan bangunan bungker,” ujarnya.

Aktivitas warga di bungker kuno pascarestorasi di kompleks Balai Kota Solo, Selasa (2/1/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Aktivitas warga di bungker kuno di kompleks Balai Kota Solo, Selasa (2/1/2018). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Ihwal rencana pemanfaatan bangunan bungker sebagai lokasi pencatatan pernikahan Dispendukcapi, Rudy mengatakan masih mempertimbangkannya. “Silahkan datang ke sini [bungker], tapi kami minta jangan sampai ada aksi vandalisme atau merusak cagar budaya,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Taufan Basuki mengatakan bungker di kompleks Balai Kota ditemukan pada 2012 silam dan diteliti tim arkeologi dari Jogja merujuk temuan warga sekitar.

Hasil kajiannya memberi petunjuk pasti pemanfaatan bungker di masa lalu. Yakni, bangunan bungker tersebut digunakan sebagai tempat menyimpan benda, dan pertahanan pada masa kolonial dulu.

“Kemudian kami restorasi pada 2017 lalu. Meskipun persoalan rembesan air belum bisa kami diselesaikan 100 persen,” katanya.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….