Suasana di wisata air Blue Lagoon, Selasa (3/1/2018). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) Suasana di wisata air Blue Lagoon, Selasa (3/1/2018). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 3 Januari 2018 15:40 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Serunya Wisata Air Blue Lagoon, Banyak Pesohor yang Mampir

Tawarkan suasana pemandian asri khas pedesaan.

Solopos.com, SLEMAN–Jogja memiliki banyak lokasi wisata air yang bisa jadi referensi untuk menghilangkan kepenatan. Salah satu wisata air dapat dtemukan di Desa Wisata Blue Lagoon Tirta Budi di Dusun Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman.

Jarak dengan pusat Kota Jogja tak lebih dari 20 kilometer. Jika ditempuh dengan kendaraan roda dua membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit.

Lokasi Blue Lagoon berada di wilayah Sleman bagian timur. Kendati berada di sebuah perkampungan, tetapi aksesnya cukup mudah. Kamu dapat melewati Jalan Kaliurang Km 13,2 lalu belok ke kanan sejauh 6 km, atau melalui Stadion Maguwoharjo ke utara sekitar 7 km.

Objek wisata ini sangat direkomendasikan bagi kamu yang berasal dari kota, yang merindukan suasana keasrian desa. Salah satu keunggulan Desa Wisata Blue Lagoon adalah pemandiannya yang bernama Tirta Budi. Pemandian ini sebenarnya hanya sebuah dam atau tanggul yang oleh warga kemudian dipercantik seiring banyaknya wisatawan yang berdatangan.

Pengelola Blue Lagoon, Haryanto mengatakan, dulu suasana dam Tirta Budi sangat singup karena banyak pohon menjulang. Air dengan kedalaman 3 meter di Tirta Budi itu juga hanya dimanfaatkan untuk pengairan sawah. Namun setelah ada mahasiswa KKN pada 2014 lalu, tempat itu seakan menjadi magnet bagi pecinta alam yang ingin mengeksplor keindahan air. “Anak-anak KKN pada upload foto di media sosial dan akhirnya sini mulai ramai,” kata Haryanto, Selasa (2/1/2018).

Salah satu daya tarik dari pemandian itu adalah air yang memancarkan warna hijau kebiruan saat terpapar cahaya matahari. Bebatuan yang berada di dasar sungai, batu padas di tepian, serta beberapa pancuran mata air yang masuk menyatu dengan air sungai, seakan memanjakan mata pengunjung. Kesegaran air juga dipadu dengan rindangnya pohon bambu yang memayungi pengunjung yang berendam.

Tak hanya berlompatan, pengunjung juga dapat melompat dari atas pohon yang tumbuh menjuntai di bagian atas dam. Pengelola sudah menyediakan tangga dari tali kenur agar pengunjung dapat mencapai batang pohon itu. Titik lompatan juga dapat dilakukan dari atas tanggul dengan ketinggian lebih dari lima meter.

Bagi anak-anak, pengelola sudah membuat area khusus dengan ceruk sedalam satu meter. Dengan pendampingan orang tua serta alat renang yang disewakan, anak-anak akan nyaman bermain air.

Saat ini, obyek wisata yang diresmikan Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada Maret 2015 itu sedang bersolek. Dengan memanfaatkan bantuan dana dari Dinas Pariwisata DIY, area Blue Lagoon sudah dipercantik dengan delapan gazebo yang siap digunakan untuk berteduh. Pagar dari bata merah juga sudah mulai dibangun, begitu juga dengan panggung mini yang rencana akan digunakan sebagai media kumpul warga Dusun Dalem saat Nyadran.

Tiket masuk ke Blue Lagoon Tirta Budi sangat terjangkau, yaitu Rp5.000. Untuk parkir sepeda motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000. Rencananya, kata Haryanto, mulai tahun ini harga tiket akan dibuat paketan. “Rencana Rp10.000, mencakup tiket masuk dan kuliner. Kulinernya minuman dan makanan khas desa dari ubi seperti cemplon dan lemet,” kata dia.

Terobosan baru itu dilakukan untuk menggerakkan usaha warga lokal. Wedang jahe sereh rencananya juga akan turut disajikan untuk memanjakan lidah pengunjung.

Blue Lagoon Tirta Budi juga menyediakan homestay bagi kelompok. Sebanyak tiga unit rumah milik warga sudah siap disewakan dengan biaya sewa Rp300.000 per malam. Konsep yang ditawarkan adalah penginapan tradisional sehingga pengunjung hanya dapat tidur beralaskan tikar layaknya orang zaman dulu.

Objek wisata ini buka setiap hari pukul 7.00 WIB-17.00 WIB. Kalangan tersohor seperti Caisar sampai putri Presiden Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, sudah pernah bertandang ke objek wisata ini.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….