Salah satu Al Quran yang menjadi barang bukti pembakaran di Masjid Al Iman, Siluwok Lor, Tawangsari, Selasa (2/1/2018). Barang bukti kemudian dibawa ke Polres Kulonprogo. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Salah satu Al Quran yang menjadi barang bukti pembakaran di Masjid Al Iman, Siluwok Lor, Tawangsari, Selasa (2/1/2018). Barang bukti kemudian dibawa ke Polres Kulonprogo. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 3 Januari 2018 15:11 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Puluhan Al Quran Ditemukan Terbakar di Kamar Mandi Masjid

Sedikitnya 25 buah Al Qur’an ditemukan dalam kondisi terbakar di kamar mandi masjid Al Iman, Dusun Siluwok Lor, Desa Tawangsari

 
Solopos.com, KULONPROGO--Sedikitnya 25 buah Al Quran ditemukan dalam kondisi terbakar di kamar mandi masjid Al Iman, Dusun Siluwok Lor, Desa Tawangsari, Selasa (2/1/2018). Dari keterangan sejumlah saksi, pelaku pembakaran Al Quran diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Kepala Kepolisian Resor Kulonprogo, Ajun Komisaris Besar Polisi Irfan Rifai mengatakan, saksi pertama menjumpai kepulan asap dari kamar mandi, sekitar pukul 11.50 WIB atau menjelang jamaah masjid tersebut menunaikan salat dzuhur. Kemudian ia mendapati sudah ada Al Quran yang terbakar di salah satu kamar mandi.

“Ia mencoba memadamkan api, lalu ia melihat ada sesosok perempuan di kamar mandi yang satunya, ada dua kamar mandi di sana,” kata dia, Selasa.

Menurut keterangan saksi tersebut, melihat dirinya datang, perempuan itu langsung melengos pergi. Sementara itu saksi lainnya, merupakan orang yang mencoba melakukan pengejaran terhadap pelaku, usai dirinya menunaikan salat jamaah.

Salah seorang saksi yang melakukan pengejaran kepada terduga pelaku, Widi Mueri menuturkan, usai menunaikan salat, ia langsung mencoba mengejar perempuan yang berciri-ciri berambut pendek, mengenakan rok pink dan berusia sekitar 20-25 tahun tadi. Pengejaran dilakukan ke arah barat, menggunakan sepeda motor.

Dari jauh saksi Widi melihat perempuan tadi mengibas-ngibaskan roknya. Kemudian ketika ia dan pelaku berjarak sekitar lima meter lebih, perempuan itu terlihat menggunakan rok untuk mengusap wajah dan menampakkan bokongnya, terlihat tanpa mengenakan pakaian dalam.

“Saya mbatin, wah ini kayaknya orang gila, lalu saya balik [tidak lagi mengejar]. Saya melihat wajahnya seperti orang yang idiot,” kata dia.

Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Sedianya Polres Kulonprogo kembali mempertemukan saksi dengan terduga pelaku, untuk meyakinkan siapa pelaku pembakaran kitab suci tersebut.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….