Direskrimsus Polda Jateng. Direskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol. Lukas Akbar Abriari (kedua dari kiri), menunjukkan merkuri yang disita dari gudang milik PT Teduh Makmur di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jumat (8/9/2017) siang. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Rabu, 3 Januari 2018 16:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PN Semarang Siap Adili Warga Sudan Pemilik Merkuri Ilegal

PN Semarang menyatakan kesiapan mengadili warga Sudan pemilik merkuri ilegal.

Solopos.com, SEMARANG — Pengadilan Negeri Semarang siap mengadili Awad Alla Khalfalla, warga negara Sudan pemilik 10 ton merkuri yang dianggap ilegal oleh polisi.

Kesiapan itu dikemukakan Panitera Muda Pidana PN Semarang Noerma Soejatiningsih di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/1/2018). Menurutya, berkas perkara pelanggaran undang-undang tentang pertambangan itu sudah dilimpahkan.

“Sudah dilimpahkan, tinggal menunggu jadwal sidang dan hakim yang menyidangkan,” katanya.

Kepemilikan 10 ton merkuri ilegal itu diungkap aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng. Polisi kala itu mengamankan puluhan botol Merkuri yang akan dijual kembali itu di sebuah gudang di Jl. Kalibaru Barat, Kota Semarang.

Awad diketahui membeli Mekuri tersebut dari CV Logam Mulia. Awad khusus datang ke Indonesia untuk membeli bahan kimia berbahaya tersebut untuk dijual kembali. Atas perbuatannya, Awad dijerat dengan UU No. 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….