Petani menyortir kedelai seusai dijemur di rumahnya, Desa Jragung, Karangawen, Demak, Jateng, Minggu (31/12/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Petani menyortir kedelai seusai dijemur di rumahnya, Desa Jragung, Karangawen, Demak, Jateng, Minggu (31/12/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Rabu, 3 Januari 2018 03:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan Feature Share :

FOTO PERTANIAN JATENG
Kedelai Dihasilkan Petani Demak

Pertanian di Demak, Jateng menghasilkan kedelai.

Petani kedelai menyortir hasil produksinya setelah dijemur di rumahnya, Desa Jragung, Karangawen, Demak, Jateng, Minggu (31/12/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Petani kedelai menyortir hasil produksinya setelah dijemur di rumahnya, Desa Jragung, Karangawen, Demak, Jateng, Minggu (31/12/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Aneka hortikultura dihasilkan para petani Jawa Tengah, sebagaimana petani di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak yang menghasilkan kedelai. Sebagaimana didokumentasikan Kantor Berita Antara, Minggu (31/12/2017), petani setempat tampak menyortir kedelai seusai dijemur.

Kementerian Pertanian menargetkan produksi kedelai nasional 2018 dapat mencapai 2,5 juta ton per tahun untuk swasembada kedelai melalui pengurangan impor bertahap dan pengusulan area tanam baru seluas 1,5 juta ha dengan alokasi anggaran Rp1,3 triliun pada RAPBN 2018.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….