Polisi memeriksa tempat ditemukannya orok di pekarangan rumah salah satu warga Sambi, Boyolali, Rabu (3/1/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Polisi memeriksa tempat ditemukannya orok di pekarangan rumah salah satu warga Sambi, Boyolali, Rabu (3/1/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Rabu, 3 Januari 2018 20:15 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Penemuan Orok Terkubur di Pekarangan Gegerkan Warga Sambi Boyolali

Warga Sambi, Boyolali, digegerkan dengan penemuan bayi terkubur di pekarangan rumah.

Solopos.com, BOYOLALI — Warga Dukuh Tegalsari, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali, dihebohkan penemuan orok yang terkubur di pekarangan rumah Reni, 19, salah satu warga setempat, Rabu (3/1/2018).

Orok berjenis kelamin laki-laki berumur sekitar enam bulan kandungan itu terbungkus kain putih dan sudah tidak bernyawa ketika ditemukan pukul 15.00 WIB. Penemuan ini membuat warga yang mengetahui peristiwa itu dari mulut ke mulut langsung berdatangan ke rumah Reni untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Orok tersebut kali pertama ditemukan Rio Pujianto, 29, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Reni. Menurutnya, penemuan orok itu didasarkan atas kecurigaan peristiwa malam sebelumnya.

Rio menceritakan pada Selasa (2/1/2018) sekitar pukul 21.30 WIB, Reni yang tinggal sendirian di rumahnya kedatangan seorang tamu perempuan. Lima menit kemudian Reni meminjam cangkul untuk menanam bunga kepada Rio.

Saat itu, Rio mengaku sudah curiga karena aktivitas menanam tidaklah lazim dilakukan pada malam hari. “Tadi malam Reni kedatangan tamu terus pinjam cangkul ke saya. Saya tanya cangkulnya buat apa, kata Reni untuk menanam bunga,” ujarnya kepada wartawan di rumah Reni.

Namun, karena Rio tidak punya cangkul, Reni lalu pergi meminjam cangkul ke tetangganya yang lain. Keesokan harinya saat Reni pergi bekerja, Rio mengamati sekitar rumah Reni untuk mencari bunga apa yang ditanam.

“Sambil bersih-bersih lingkungan rumah, saya iseng-iseng mencari tanaman apa yang ditanam Reni tadi [kemarin] malam. Lalu saya lihat ada gundukan di belakang rumah Reni. Saya gali gundukan itu ternyata ada kain putih. Lalu saya gali lagi ternyata di dalam kain itu ada orok laki-laki yang masih ada ari-arinya tapi sudah meninggal,” imbuhnya.

Rio menambahkan orok dikubur pada kedalaman sekitar 20 cm. Kaget dengan penemuan itu, Rio mengabarkan kepada warga lain. Selanjutnya warga berdatangan dan sebagian warga lain memberi tahu polisi.

Beberapa saat kemudian, aparat Polsek Sambi datang ke lokasi dan mengevakuasi orok tersebut. Polisi juga langsung menyelidiki serta mengamankan beberapa barang bukti seperti kain handuk, cangkul, dan linggis yang diperkirakan digunakan untuk mengubur orok. Polisi juga memasang garis polisi di sekitar lokasi.

Sementara itu, Reni belum bisa ditemui untuk dimintai keterangan karena sedang bekerja. Warga mengungkapkan Reni bekerja di Kartasura, Sukoharjo. Hingga saat ini polisi masih menyidik lebih lanjut untuk mengetahui ibu dari orok itu serta penguburnya.

 

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….