Bupati Batang Wihaji didampingi Kepala Humas, Triyossy Juniarto sidak kesiapan pasar baru, Selasa (2/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Kutnadi) Bupati Batang Wihaji didampingi Kepala Humas, Triyossy Juniarto sidak kesiapan pasar baru, Selasa (2/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Kutnadi)
Rabu, 3 Januari 2018 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PASAR TRADISIONAL BATANG
Pasar Baru Batang Siap Beroperasi, Bupati Batang Sidak Kesiapan

Pasar tradisional Batang selesai direvitalisasi dan bakal mulai beroperasi Rabu (3/1/2018).

Solopos.com, BATANG — Pasar tradisional Batang selesai direvitalisasi dan bakal mulai beroperasi Rabu (3/1/2018). Memastikan kesiapan operasional pasar baru itu, Selasa (2/1/2018), Bupati Wihaji melakukan inspeksi mendadak ke pasar di Jl. Sudirman, Batang tak jauh dari jalur jalan pantai utara (pantura) Pulau Jawa itu.

Bupati Wihaji dalam kesempatan itu menyempatkan diri menampung permasalahan yang dihadapi para pedagang setelah selesainya revitalisasi pembangunan pasar tradisional utama di kabupaten Batang itu. “Kita ingin lihat secara langsung kesiapan pasar baru untuk mengetahui permasalahannya apa yang dihadapi para pedagang agar segera dicarikan solusi karena besok [Rabu] mereka sudah resmi mulai pindah dan wajib menempati pasar baru itu,” katanya.

Selain itu, sambung Wihaji, dirinya juga memerintahkan pada kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk memperbaiki atap yang bocor dan menertibkan pedagang baru yang belum mendapat tempat berjualan. “Kami berharap segera mungkin atap yang bocor dibetulkan. Sejak awal telah saya sampaikan bahwa kita harus tegas memprioritas pedagang lama karena jika tidak tegas maka urusan permasalahan akan bertambah lagi,” katanya.

Ia mengatakan secara umum kesiapan pasar baru untuk menampung para pedagang berjualan sudah cukup baik, kreatif dan inovatif penataannya. Pemkab, kata dia, berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pedagang pasar dengan melihat langsung kesiapan mereka menempati pasar baru apakah akan menimbulkan permasalahan atau tidak.

“Kita berhak menegur pada pedagang yang melanggar atau menambah tempat dagangannya yang tidak sesuai peruntukannya. Ini demi kerajinan, kerapian, dan kenyamanan pembeli nantinya,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia mengatakan untuk lebih menertibkan parkir kendaraan, pemkab segera merumuskan pengelolaan parkir yang lebih profesional dengan model baru sehingga bisa mengurangi kebocoran uang parkir untuk dapat meningkatkan PAD. “Kita akan buat metode baru penanganan parkir secara profesional agar tidak ada kebocoran. Kita juga akan mencari solusi petugas parkir yang lama apakah nantinya akan menjadi petugas parkir atau yang lainnya agar tidak menghilangkan rezeki mereka,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….