Suasana di Pantai Parangtritis yang mulai ramai dikunjungi oleh ribuan pengunjung sejak Kamis, (7/7/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja) Suasana di Pantai Parangtritis yang mulai ramai dikunjungi oleh ribuan pengunjung sejak Kamis, (7/7/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 3 Januari 2018 12:40 WIB Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Pantai Parangtritis Sumbang Pendapatan Rp14 Miliar

Sumbangan Parangtritis belum terkalahkan.

Solopos.com, BANTUL–Pendapatan retribusi objek wisata di Bantul melampaui target awal yang telah ditentukan pada 2017. Target pendapatan asli daerah (PAD) tahun lalu hanya sebesar Rp13,75 milyar, sedangkan realisasinya mencapai Rp16,68 milyar.

Realisasi tersebut didapat dari tujuh objek wisata yaitu Pantai Parangtritis, Pantai Samas, Pantai Goa Cemara, Pantai Pandansimo, Pantai Kwaru, Goa Selarong, dan Goa Cerme.

Dari ketujuh objek wisata tersebut, Pantai Parangtritis menyumbang PAD terbesar meskipun tempat pemungutan retribusi (TPR) di sana sempat digratiskan selama tiga jam pada malam tahun baru karena macet. Pantai Parangtritis menyumbang pendapatan sebanyak Rp14 miliar lebih. Disusul dengan Pantai samas sebesar Rp1,4 miliar, Pantai Gua Cemara sebesar Rp286 juta, Pantai Pandansimo Rp601 juta, Pantai Kwaru Rp177 juta, Gua Selarong Rp132 juta dan Gua Cerme menyumbang pendapatan paling sedikit sebesar Rp35 juta. Sementara itu pendapatan sah lainnya menyumbang Rp9,1 juta.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bantul, Ni Nyoman Yudi Riyani, mengatakan bahwa pada 2018, Dinas Pariwisata Bantul menetapkan target PAD sebesar Rp20 milyar. Hal tersebut, dikatakan oleh Ni Nyoman, diimbangi dengan kenaikan biaya tiket retribusi Pantai Parangtritis pada 2018. “Tadinya sekitar Rp3.000 sampai Rp4.000, besok naik Rp7.000 sudah termasuk asuransi. Tahun ini pengunjung di objek wisata Bantul naik sejumlah Rp3 juta pengunjung,” ujar dia, Selasa (2/1/2018). Jumlah pengunjung tersebut memiliki selisih 200.000 pengunjung dari tahun lalu.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….