Ilustrasi antrean pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). (JIBI/Solopos/Kaled Hasby Ashshidqy) Ilustrasi antrean pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). (JIBI/Solopos/Kaled Hasby Ashshidqy)
Rabu, 3 Januari 2018 13:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Libur Tahun Baru Berlalu, Permohonan SKCK di Semarang Bertumpuk

Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), pencarinya di Polrestabes Semarang meningkat pascalibur Tahun Baru 2018.

Semarangposcom, SEMARANG – Pascalibur Tahun Baru 2018, Rabu (3/1/2018), Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) kedatangan banyak pencari Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Kasat Intelkam Polrestabes Semarang, AKBP Ventie Bernard Musak, menyebutkan pencari SKCK di Mapolrestabes Semarang mengalami peningkatan mencapai lebih dari 100% dibanding hari biasa. Para pencari SKCK itu bahkan rela mengantre berjam-jam guna mendapat layanan dari petugas.

“Sebenarnya antrean [pencari SKCK] sudah mengalami peningkatan sejak 20 Desember 2017 lalu. Jika biasanya sehari kami menerbitkan sekitar 100 SKCK, sekarang bisa mencapai 250 SKCK,” tutur Ventie saat dijumpai wartawan di Mapolrestabes Semarang, Rabu pagi.

Ventie mengaku pembuatan SKCK sebenarnya tidak membutuhkan waktu lama. Proses pembuatan SKCK, termasuk rekam sidik jari, hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit.

Kendati demikian, pihaknya mengaku kesulitan memberikan pelayanan dengan cepat karena terbatasnya peralatan. Peralatan pembuatan SKCK yang dimiliki Mapolrestabes Semarang tidak sebanding dengan banyaknya permintaan.

“Permintaannya banyak dan alat yang kami punya baru tiga sehingga antreannya panjang,” imbuh Ventie.

Ventie menambahkan membeludaknya pencari SKCK di Mapolrestabes Semarang, salah satunya disebabkan formulir pendaftaran pembuatan SKCK di jajaran polsek habis. Alhasil, para pencari SKCK itu pun berbondong-bondong mendatangani Mapolrestabes Semarang.

“Saat ini memang formulir permohonan pembuatan SKCK di polsek-polsek habis, sehingga mereka harus datang ke sini (Mapolrestabes Semarang) untuk mendapatkan pelayanan pembuatan SKCK,” terang Ventie.

Beberapa pencari SKCK bahkan rela datang lebih dari satu kali untuk mendapatkan pelayanan lantaran kehabisan nomor antrean. Seperti yang dialami Dwi, 20, warga Semarang Selatan.

Dwi mencari SKCK untuk mendaftar kerja di beberapa pabrik yang membuka lowongan dalam waktu dekat ini. “Kemarin [Selasa, 2 Januari 2018] sebenarnya sudah ke sini. Tapi, karena kehabisan nomor antrean saya suruh pulang dan diminta kembali hari ini,” tutur Dwi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….